BPOM Malut Uji Sampel Makanan Buka Puasa

Sofifi, Haliyora

Kebutuhan akan makanan siap saji yang tinggi di bulan ramadhan membuat Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku Utara bergerak ke lokasi penjualan makanan siap saji.

Bacaan Lainnya

Di hari pertama puasa (hari ini), BPOM melakukan pengawasan makanan buka puasa di dua titik Kabupaten/Kota, yakni di pasar Galala Tidore Kepulauan (Tikep) dan depan Mesjid Raya Al Munawwar Kota Ternate. Hal ini disampaikan Kepala BPOM Sofifi, Tri Wandiro, saat ditemui Haliyora di pasar Galala Sofifi, Tidore Kepulauan, Selasa (3/4)

“Hari ini kita melakukan pengawasan makanan buka puasa, karena awal bulan suci ramadhan ini permintaan makanan buka puasa cukup besar, sehingga kami BPOM turun langsung ke lapangan, dan mengambil sampel makanan untuk diuji agar masyarakat terhindar dari bahan bahan yang membahayakan,” ungkap Tri.

Tri Wandiro menjelaskan, sampel yang diambil sebanyak 100 sampel dan akan diuji. Ada empat parameter yang akan dilihat yakni, Boraks, Formalin, Rodamin B dan Metadolino.

“Jadi ke empat parameter ini dilarang dalam pembuatan makanan dan minuman, dan dari hasil uji makanan dan minuman sebanyak 35 sampel, mulai dari makanan tradisional dan minuman pewarna, Alhamdulillah, tidak ada bahan campuran yang berbahaya,” jelasnya.

Dikatakannya, selama bulan suci ramadhan, kegiatan ini akan terus dilakukan dan akan dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya. “Untuk hari ini baru dilakukan di dua kabupaten/kota, sementara daerah kabupaten kota yang lain juga akan kita lakukan,” kata Tri Wandiro.

Lanjut Tri Wandiro, BPOM melakukan hal ini sejak awal puasa, dimana pengujian sampel makanan dan minuman agar dapat mencegah tersebarnya zat berbahaya ke masyarakat melalui makanan dan minuman.

“Ini upaya pencegahan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka kita bisa mencegahnya, sehingga masyarakat dapat terhindar dari zat berbahaya,” ujar Tri.

Jika nantinya, ditemukan adanya zat berbahaya dalam makanan atau minuman, sambung Tri, maka BPOM akan melarang untuk diperjualbelikan. Selain itu, tambah Tri, BPOM akan menyampaikan ke masyarakat bahwa penggunaan bahan baku tersebut ke dalam makanan sangat dilarang.

“Harapan kami kepada masyarakat agar membuat makanan dan minuman jangan lagi memakai bahan-bahan yang dilarang, dan masyarakat juga harus menjadi konsumen yang cerdas sehingga bisa terhindar dari hal-hal yang seperti saya jelaskan,” beber Tri Wandiro. (Sam-*)

Pos terkait