Jailolo, Haliyora
Jumlah angka stunting di Kabupaten Halmahera Barat meningkat hingga mencapai sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2019 jumlah angka stunting sebanyak 1.016 meningkat menjadi mencapai 1.616 anak di tahun 2020.
Kepala Seksi KIA dan Gizi, Jasmawaty ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/3/21), mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada orang tua balita, dan sekarang juga mereka sudah mempunyai inovasi yakni dengan pemberian kapsul laduni, bahkan juga sudah bekerjasama dengan pihak Universitas Airlangga untuk mengatasi masalah stunting di Halbar.
“Jadi pada tahun 2020 kemarin kita sudah memberikan kapsul laduni, untuk itu nanti kita lihat di tahun 2021 apakah ada perubahan atau tidak,” katanya.
Jasmawaty mengatakan sebanyak 1.000 botol kapsul laduni sudah didistribusikan oleh pihaknya di tujuh puskesmas dengan tiga sasaran pengguna, yakni ibu nifas, ibu hamil dan calon pengantin.
“Kemarin kami sudah mendistribusikan kapsul laduni di tujuh puskesmas yakni Puskesmas Kota, Puskesmas Sidangoli, Puskesmas Bubaneigo, Puskesmas Talaga, Puskesmas Baru, Puskesmas Ibu, dan Puskesmas Duono. Masih ada beberapa puskesmas yang belum sempat didistribusikan,” ungkapnya
Untuk pencegahan lonjakan stunting ini, kata Jasmawaty, pihak terkait sudah harus mengambil langkah pencegahan sebelum bayi lahir atau masih dalam kandungan sudah harus diintervensi agar pencegahannya benar-benar efektif.
“Kalau pencegahannya baru dilakukan setelah bayi lahir dan cuman tiga bulan penanganannya, itu tidak memberikan dampak sedikitpun, jadi penanganannya sudah harus seribu hari kehidupan, artinya di saat sudah mulai pembuahan itu sudah harus diintervensi sampai balita tersebut berusia dua tahun,” jelasnya .
Katanya, angka stunting mengalami kenaikan hingga mencapai 600 anak atau 18,9 persen dari jumlah di tahun 2019 dengan yang tercatat 18,0 persen.
“Melihat tingginya angka kenaikan stunting, prinsipnya kami akan terus berupaya serius untuk melakukan langkah-langkah menghambat percepatan angka stunting di Kabupaten Halbar,” ujarnya.
Ia menegaskan naiknya balita stunting tentu akan menjadi perhatian serius untuk dilakukan penanganan. Namun menurutnya jika hanya dilakukan oleh dinas kesehatan tentu itu tidak sepenuhnya berhasil. “Ini musti kerja lintas sektor baru mencapai hasil maksimal,” imbuhnya. (Elang-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!