Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak Dibawah Umur di Haltim Meningkat

Kapores Haltim, AKBP Eddy Sugiharto dalam konfrensi pers

Maba, Haliyora

Kasus persetubuhan dan  pencabulan anak di bawah umur marak terjadi di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Meningkat dari tahun ke tahun.

Bacaan Lainnya

Itu diungkapkan Kapores Haltim, AKBP Eddy Sugiharto dalam konfrensi pers, Rabu (03/03/2021).

Kapolres menyebut, kasus pencabulam anak di bawah umur yang ditangani Polres Haltim pada 2020 sebanyak 15 kasus, sedangkan pada bulan ke tiga 2021 kasus serupa sudah 11 kali terjadi dan sementara ditangani Polres.

“Kasus  pencabulan anak di bawah umur di Haltim ini sangat memprihatinkan. Dari tahun 2020 hingga tahun 2021 terus meningkat,” ungkap Kapolres.

Kaporles menuturkan, saat ini kasus pencabulan anak di bawah umur menjadi perhatian Polres. Dirinya mengajak dan menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat melakukan upaya-upaya pencegahan.

“Berupa memberikan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat untuk mencegak kasus pencabulan anak di bawah umur yang marak terjadi di Kabupaten Haltim,” ujarnya.

Kapolres juga meminta warga yang anggota keluarganya mengalami pelecehan seksual supaya tidak segan melaporkan kepada pihak berwajib.

“jangan segan untuk melapor, kalau ada anggota keluarganya mengalami pelecehan seksual, supaya polisi segera menindaklanjuti. Jangan takut ancaman  pelaku. Polres Haltim akan melindungi pelapor (korban).

Mengakhiri keterangannya dalam konrensi pers, Kapolres kembali menghimbau kepada semua elemn masyarakat terutama instansi-instansi terkait untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar kasus pelecehan seksual tidak terjadi lagi.

“Kepada semua elemen masyarakat dan instansi terkait, saya minta melakukan edukasi kepada masyarakat agar kasus pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Haltim bisa diminimalisir, bahkan tidak terjadi lagi. (RH-1)

Pos terkait