Maling Handphone, Warga Halteng Terancam 5 Tahun Penjara

  • Whatsapp
ilustrasi pencurian ponsel

Maba, Haliyora

S, (20) Warga Desa Kapleo, Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) terancam kurungan penjara 5 tahun lantaran melakukan pencurian di konter milik korban HM, (51) di desa Buli Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim).

Bacaan Lainnya

S, tersangka Pencurian yang juga merupakan karyawan konter itu mencuri 4 buah handpone kemudian dijual kepada orang lain dengan sistem bayar cicil (kredit).

Hal itu diungkapkan Kapolres Haltim, AKBP Eddy Sugiharto  melalui Press Conference yang digelar di Aula Bhayangkra Polres Haltim Rabu,(3/3/2021).

S, diduga sebagai pelaku pencurian Hp setelah anggota Resmob tim Wato-wato melakukan penyelidikan di konter  atas laporan korban tentang kasus itu pada Jumat, (19 /2/ 2021)

Sehari kemudian, tepatnya pada Minggu (21/2/2020), tim Resmob mendapatkan informasi bahwa korban mencurigai inisial AJ yang mencuri barang miliknya. Dari informasi tersebut, tim Resmob melakukan penyelidikan terhadap AJ.

“Dari keterangan AJ terungkap nama S yang menjual hp merek Samsung A1 pada November 2020 dengan sistim pembayaran cicil. S juga diketahui pernah menjual hp kepada salah satu warga inisial IM dengan harga Rp 1 juta. Tim Resmob kemudian mengambil hp yang dijual S kepada AJ dan IM untuk dicocokkan dengan daftar barang hilang di konter HM ternyata sama dan merupakan bagian dari hp yang dicuri,“ terang kapolres

Setelah diselidiki, lanjut Kapolres, S akhirnya mengakui perbuatannya. Ia mengaku mencuri empat buah hp di konter MH dengan barang bukti yang berhasil disita Resmob antara lain dua buah hp Siomi redmi  warna biru muda dan biru tua, serta dua buah Samsung A1 warna Hitam.

Menurut pengakuan S, sambung Kapolres, empat buah hp hasil curiannya, tiga diantaranya dijual dan satu buah lainnya diberikan kepada kekasihnya inisila NT. Hasil penjualannya digunakan untuk kebutuhan pribadi S.

Di pihak lain, korban mengalami kerugian atas pencurian tersebut sebesar Rp 7 juta.

Kini, S terancam hukuman 5 tahun penjara atau denda Rp 900.000 atas perbuatannya itu, karena S disangkakan melanggar Pasal 362 Jo 64 ayat 1 KUHP. (RH-1)

Pos terkait