Maba, Haliyora
Kontraktor PPI manitingting terpaksa menyicil sejumlah tunggakan kontribusi pokok yang disetor ke BUMD Haltim sebagai konstrbusi wajib yang dibayarkan setiap tahunnya.
Menurut Direktur Produksi BUMD Haltim, Tartum menyatakan bahwa pihak kontraktor PPI terpaksa mencicil kewajibannya karena biaya operasional yang dikeluarkan tidak sesuai dengan pendapatan akibat Pandemi Covid-19.
“Mereka terpaksa membayar setoran dengan cara mencicil, karena biaya operasional tidak seimbang dengan pemasukan. Itu disebabkan dampak Covid-19, ungkap Tartum kepada Haliyora, Rabu (17/02/2020).
Tartum menyebut kontribusi wajib yang harus disetor per tahun oleh kontraktor PPI Manitinting sebesar Rp 146 juta, namun pihak rekanan belum melakukan pelunasan pada tahun 2020 karena merugi.
“Yang sudah dibayar itu tahun lalu (2019-red) sebesar Rp 146 juta lebih. Kalau tahun ini, karena masa pandemi maka sangat mempengaruhi pendapatan kontraktor,” katanya.
Dikatakan, hasil tangkap nelayan yang harusnya bisa diekspor keluar negeri menjadi tidak bisa dilakukan terutama ke negara tujuan expor seperti China karena sangat ketat prosedurnya, mulai dari produksi hingga ikan yang dikirim.
“Makanya saat ini yang coba dijajaki adalah pasar lokal khusunya di Jawa dan pengiriman sudah menggunakan tol laut,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, minimnya alat produksi juga menjadi kendala, dimana pihak kontraktor masih kesulitan mendapatkan pemasok ikan dari para nelayan lokal sehingga berpengaruh pada hasil produksi.
“Memang armada produksi juga masih terbatas, sedangkan daya tampung ikan per bulan untuk PPI itu 100 ton belum mencapai target, belum lagi persoalan listrik yang harus dibayar perbulan Rp 30 juta. Jadi memang sedikit sulit, masih banyak kekurangannya,” jelasnya.
Meski begitu, dirinya mengakui pihak kontraktor masih berjiwa besar untuk tetap membayar kontribusi pokok kendati dengan cara mencicil.
“Ada niat baiklah, kita sudah kirimkan surat dan dia bersedia untuk mencicil, memang kalau iuran pokok ya wajib dibayar, kalau kontribusi keuntungan ya nanti kalu dia untung baru bayar, tapi saat ini kontraktornya rugi,” pungkasnya. (HR-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!