Kasus Korupsi Kapal Nautika, Kejati Malut Periksa Anggota Pokja

Ternate, Haliyora

Kasus korupsi pengadaan kapal Nautika oleh Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Maluku Utara terus disidik Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

Bacaan Lainnya

Itu terbukti, setelah ditetapkannya empat tersangka dalam kasus tersebut, kini kejaksaan mulai memeriksa saksi-saksi.

Seperti pada Rabu (17/02/2021), Kejaksaan Tinggi Malut memeriksa empat saksi yang terdiri daru anggota pokja yakni MA, LH, RU dan ZT.

Amatan Haliyora, pada Rabu (17/02/2021), sekitar pukul 15:30 WIT terlihat salah satu anggota pokja berinisial ZT datang ke kantor Kejati Malut, Kelurahan Stadion Ternate. Ia mengenakan kameja batik dengan celana jeans biru bersepatu kets hitam les putih. Tak lama ia keluar menuju satu tempat kemudian datang kembali sambil membawa sejumlah dokumen. Sementara salah seorang jaksa  sudah menunggu ZT untuk melanjutkan pemeriksaan. Entah berapa jam diperiksa, ZT keluar dari Gedung Kejaksaan pukul 18.23 WIT. 

Rupanya ZT belum selesai diperiksa. Ia hanya keluar untuk mengambil sejumlah berkas lagi.

Itu diketahui setelah Haliyora mencoba mengkonfirmasi keterangan terkait pemeriksaan dirinya, namun ia menolak dengan alasan buru-buru mengambil berkas. “Belum, saya masih balik, ada ambil berkas,” ujarnya sambil berlalu.

Terpisah, Sekertaris Pokja, MA, yang sebelumnya sudah diberiksa ketika diwawancarai Haliyora mengatakan seluruh anggota Pokja hari ini (Rabu) diundang untuk diperiksa.

“Samua anggota Pokja hari ini diperiksa. Saya sendiri datang dari jam 09.00 pagi tadi,” ujarnya.

Sementara itu, Adpisus Kejati Malut, Hasan M.Tahir didampingi Aspengkum, Richard Sinaga kepada wartawan di halaman kantor Kejati mengatakan bahwa terkait dengan kasus pengadan kapal Nautika hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi, akan tetapi yang datang penuhi panggilan baru empat orang.

“Hari ini kita panggil tujuh orang anggota pokja untuk minta keterangan, hanya saja yang datang baru empat orang, tiga orang tidak hadir tanpa keterangan,” ucap Hasan

Dia menjelaskan, pemeriksaan empat orang saksi dimulai sejak pukul 10:00 pagi tadi hingga 19:31 WIT, untuk empat orang tersangka. Terkait dengan materi pemeriksaan, kata Hasan, belum bisa disampaikan ke media.

“Sejak pukul 10:00 kita mulai pemeriksaan saksi, dan baru selesai pukul 19:31,  ada 4 orang yang diperiksa, Sekertaris Pokja atas nama M, Anggota Pokja LA, R dan ZT, untuk materinya belum bisa kita sampaikan karena terkait dengan penyidikan,” tutur Hasan.

Ketika disentil kemungkinan ada tersangka tambahan, Hasan mengatakan bahwa proses pemeriksaan baru dimulai Senin  kemarin, sehingga belum ada kesimpulan untuk penambahan tersangka.

“Setelah ditetapkan tersangka, kita sudah melakukan pemanggilan saksi sebanyak 14 orang, namun yang lain belum hadir. Kayak tadi, yang dipanggil  tujuh hadir cuma 4 orang, hari senin kemarin juga kita ada panggil tujuh orang namun belum hadir semua, jadi 14 saksi yang kita panggil itu belum semuanya memenuhi panggilan, sehingga kita belum bisa berkesimpulan,” jelas Aspidsus.

Selanjutnya kata Hasan, untuk pemeriksaan tersangka belum diagendakan, karena masih pemeriksaan saksi.

Ketika disentil lagi soal penahanan tersangka, Hasan mengatakan belum bisa disampaikan, “penahanan tersangka belum bisa disampaikan sekarang,” pungkasnya. (Jae-dr)

Pos terkait