Selain Jembatan, Banjir juga Merusak Proyek Multiyears di Loloda Utara

Tobelo, Haliyora

Hujan deras yang mengakibatkan banjir di Kabupaten Halmahera Utara  beberapa waktu lulu ikut merusak sejumlah insfrastruktur. Selain patahnya jembatan Tiabo, juga dikabarkan aspal pada salah satu ruas jalan di Kecamatan Loloda Utara terkikis oleh derasnya hujan. Tepatnya ruas jalan di area perbukitan antara desa Posiposi-Ngajam. 

Sebagaimana disampaikan salah satu pelaksana lapangan PT. Sinar Sama Sejati, Marlon, yang bertanggungjawab atas pekejaan proyek jalan tersebut. Ia mengatakan bahwa hujan deras selama dua hari yang mengakibatkan banjir di Halut beberapa waktu lalu telah mengikis sebagian aspal jalan yang berlokasi di area pebukitan sepanjang 400 meter di antara desa Posisposi-Ngajam.

“Jadi hujan deras selama dua hari berturut-turut waktu itu mengikis aspal jalan di area perbukitan antara desa Posiposi-Ngajam. Jalan di perbukitan itu sepanjang 400 meter. Panjang jalan keseluruhan 25 km,” jelas Marlon, Rabu (27/01/2021).

BACA JUGA  BREAKING NEWS: Banjir 1 Meter Rendam Ratusan Rumah di Pulau Taliabu, Warga Samuya Terdampak Parah

Marlon menjelaskan, ruas jalan di perbukitan sepanjang 400 meter itu sudah selesai dihotmix pada 2020.

“Padahal baru selesei dikerjakan tahun 2020. Kita juga buat saluran air (parit) untuk mengantisipasi terjadi hujan. Dinas PU Kabupaten Halmahera Utara juga sudah periksa,” terangnya.

Dijelaskan pula, jalan tersebut masuk proyek multiyears tahun jamak 2019 -2021sepanjang 100 km mulai dari desa Saluta sampai desa Apulea, kecamatan Loloda Utara.

Proyek multiyers itu, lanjut Marlon adalah proyek peningkatanan ruas jalan hotmix dengan pagu anggaran Rp 300 miliar bersumber dari APBD. Dalam  pelaksanaannya dibagi tiga segmen dan dikerjakan oleh tiga rekanan.

Ia menyebut tiga rekanan itu adalah  PT.  Sinar Putra Pratama mengerjakan segmen I dari desa Saluta- Posiposi, kurang lebih 80 km  dengan nilai kontrak sebesar Rp.  138. 686.678.000, segmen II dikerjakan PT. Sinar Sama Sejati sepanjang 25 km dari desa Posiposi-Ngajam dengan nilai kontrak sebesar Rp 67 miliar, dan segmen III dikerjakan oleh PT.  Iksan Bangun Sarana dari sepanjang 19 km dari Ngajam-Apulea dengan nilai kontrak sebesar Rp. 67 miliar lebih.“ Semua dikerjakan mulai tahun jamak 2019-2020,” ujarnya.

BACA JUGA  Kembalikan 2 Pejabat yang Dirolling, Sekprov Malut Akui IMprosedural

“Segemen yang kami (PT. Sinar Sama Sejati) kerjakan baru selesai 12,5 km dari total 25 km itu. Jadi masih tersisa 12,5 km lagi yang akan dilanjutkan pekerjaannya pada 2021,” ujarnya.

Ia menambahkan, pekerjaan Proyek Multiyears sudah selesai dikerjakan dan masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun, saat ini sudah berjalan sekitar lima bulan, masih tersisa tujuh bulan lagi.

“Jadi  masih ada sisa  waktu kurang lebih tujuh bulan untuk diperbaiki  bagian yang rusak itu. Sementara ini karyawan lapangan sudah berada di lokasi untuk perbaiki jalan yang rusak,” pungkasnnya. (Fik-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah