Angin Puting Beliung Bikin Heboh Warga Sanana, Ini Penjelasan BMKG Sula

Sanana, Haliyora

Masyarakat Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, siang tadi dihebohkan dengan munculnya fenomena alam, yaitu angin puting beliung di atas permukaan air laut.

Menurut Pengamat Meteorologi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kepulauan Sula, Iqmal Zainuddin, angin puting beliung biasanya terjadi di daerah tropis dan subtropis. Selain itu, bisa juga terjadi karena konvergensi angin.

“Angin puting beliung biasanya terjadi di daerah tropis dan subtropis. Kalau yang tadi karena kemungkinan terjadi pemanasan dan anomali dari normalnya itu sekitar 0,5 sampai 1,5 derajat. Selain itu, terjadi konvergensi angin seperti penumpukan masa udara. Angin puting beliung biasanya terjadi di bawah awan kumulus padat,” jelas Iqmal kepada Haliyora di ruang kerjanya. Selasa, (22/12/2020) Sore.

BACA JUGA  Puluhan Warga Terdampak Bencana Angin Puting Beliung di Obi Dapat Bantuan Sembako

Iqmal menambahkan, angin puting beliung berdampak pada masyarakat apabila skalanya besar.

Untuk angin puting beliung ini, jika skalanya cukup besar maka akan berdampak pada masyarakat juga sama besar, misalnya menyebabkan rumah warga bisa rusak. Yang muncul tadi siang itu masih dalam skala kecil sehingga tidak menimbulkan dampak bagi warga.

Selain itu, BMKG Kepsul pun berharap kepada warga agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi hoax.

BACA JUGA  Kafe Remang-remang 'Masih' Buka di Bulan Puasa, Warga Nilai Pemda Halteng Lemah

“Dan  tetap memantau keadaan cuaca,” tutupnya. (AT-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah