Ternate, Haliyora
Harga Ikan di kota Ternate pada beberapa hari ini melonjak. Di dua pasar ikan yakni Pasar Higienis Gamalama, dan pasar ikan di Bastiong terpantau kurang penjual.
Seperti pada pantauan Haliyora pada Minggu (06/12/2020) hanya sekitar 4-5 orang penjual menggelar jualannya. Banyak lapak yang kosong.
Saat dikonfirmasi Haliyora, pada Senin (07/12/2020) terkait lonjakan harga ikan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate mengakui saat ini stok ikan di tingkat pedagang eceran di pasar sangat menipis. Itu disebabkan karena nelayan belum beraktifitas lantaran bertepatan dengan musim bulan terang. Musim bulan terang, kata Ruslan, bukan musim penangkapan, terutama nelayan penangkap ikan cakalang.
“Masyarakat nelayan melakukan penangkapan itu di bulan gelap, sedangkan sekarang ini bulan terang, jadi nelayan istirahat. Makanya ikan kosong di pasar jadi wajar kalu harga ikan mahal.
Meski stok ikan di tingkat pedagang eceran di pasar menipis, namun bukan berarti ikan di Ternate sudah habis, hanya saja stoknya berkurang.
Pihak dinas sendiri, kata Ruslan masih punya persediaan stok ikan sebanyak 30 ton yang disimpan di gudang perikanan pasar Dufa-Dufa dan Bastiong.
Ia mengatakan, konsumsi ikan di Kota ternate rata-rata 7-8 ton per hari. Untuk itu untuk mengantisipasi kelangkaan ikan di Kota Ternate, terutama menghadapi ancaman lanina, maka DKP Ternate menyimpan stok ikan sebanyak 30 ton untuk menutupi kebutuhan selama dua minggu ke depan.
“Kita masih punya stok ikan sekitar 30 ton untuk kebutuhan ikan di Ternate dalam dua minggu ke depan. Karena konsumsi ikan di Kota Ternate ini rata-rata 7-8 ton per hari. Makanya kita harus punya persiapan, sebab ada ancaman Lanina yang diprediksi akan belangsung selama dua bulan. Jangan sampai karena Lanina sehingga nelayan tidak melaut mengakibatkan stok ikan habis,” jelasnya. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!