Beredar Isu ASN Tak Netral, Ini Respon Walikota Ternate

Ternate, Haliyora

Bawaslu Kota Ternate menyebut keterlibatan  ASN dalam politik praktis  pilwako terbanyak  adalah pada paslon nomor urut tiga (MHB-GAS).

Sementara Ketua DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailusy mensiyalir keterlibatan ASN dalam politik praktis pada pilwako Ternate terstruktur dan masif. Ia menyebut ada pejabat mengintimidasi bawahan untuk berpihak kepada paslon tertentu. Para RT/RW keluar masuk rumah warga menawarkan bantuan dengan catatan harus memilih paslon tertentu. Ia juga menyebut ada pejabat pemkot Ternate mengintimidasi bawahannya untuk mendukung paslon yang diinginkan. Bahkan lembaga pendidikan diseret ke wilayah politik praktis. Sejumlah bantuan pemulihan ekonomi dari pemerintah pusat dimanfaatkan untuk mendulang simpati warga.

BACA JUGA  Sidang Sengketa Pilkades Halsel Tuntas, Faris : Pelantikan Kades Dijadwalkan Awal Tahun 2023

Terhadap data Bawaslu Kota Ternate dan sinyalemen ketua DPRD tersebut, Walikota Ternate, Burhan Abdurrahman menanggapi santai, ”ASN yang terlibat itu pelanggarannya apa dulu,” ucapnya ketika dimintai tanggapan oleh wartawan, Sabtu (07/11/2020).

Sementara, terkait sinyalemen Muhajirin Bailusy tentang intimidasi dari para pejabat, Burhan mengaku belum mengetahui. ”Saya baru pulang jadi saya belum tau,” katanya.

BACA JUGA  Terkait UU Omnibus Law, Walikota Ternate: Ada Pasal yang Kita Tolak

Meski begitu, menurut Burhan, ASN harus memahami posisinya. Bahwa Ada undang-undang melarang ASN terlibat politik praktis. “Ini bukan barang baru.  Undang-Undang yang lalu juga menghimbau agar ASN harus betul-betul professional,” pungkasnya. (Sam- Dr)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah