Ini Jurus Jitu YT-ADA Atasi Pengangguran di Kota Ternate

Ternate, Haliyora

Warga tiga RT di Kelurahan Fitu puncak berbondong-bondong mengikuti kampanye tatap-muka (kampanye terbatas) Paslon nomor urut 4, Yamin Tawary-Abdullah Tahir, Selasa Malam (06/10).

Seperti biasa, Yamin Tawary yang akrab disapa YT mengurai program-program yang bakal direalisasikan ketika terpilih memimpin Kota Ternate periode 2021-2026.

Yamin memulai dengan menyoroti salah satu problem yang dihadapi Kota Ternate, yakni masalah ketenagakerjaan.

“Salah satu PR kitorang di Kota Ternate ini adalah masalah tenaga kerja,” ujar Yamin.

Setiap tahun, kata Yamin, angkatan kerja bertambah ditandai ratusan bahkan ribuan siswa dan mahasiswa menamatkan studinya, sementara lapangan kerja terbatas. Sehingga para pencari kerja kebingungan ikhwal pekerjaan.

Untuk itu, jika ia dan Abdullah Tahir terpilih, maka program pertama dibidang ketenagakerjaan adalah menyiapkan tenaga kerja terampil untuk disalurkan ke perusahan yang membutuhkan. Atau disupport modal usaha untuk membuka usaha sendiri.

“Jadi Insya Allah kalau saya deng pak Dula dilantik, maka ngoni pe ana-ana yang so tamat sekolah tong latih di Balai Latihan Kerja agar mereka memiliki keterampilan. Nah, tugas saya deng pak Dula adalah tenteng pa dorang la bawa ke perusahan-perusahan yang ada di Maluku Utara maupun di luar Malut seperti PT. Freeport di Papau sana la kase masuk. Karena Musti walikota atau wakil walikota baru capat tembus, kalau wali murid tara bisa. Makanya dilatih kamuka,” ujar Yamin disambut aplaus peserta kampnye.

Masih terkait dengan mengatasi maslah tenaga kerja tersebut, Yamin menjelaskan rumusnya cuma satu, yakni mendorong tumbuhnya pengusaha. “Rumusnya Cuma satu, ciptakan pengusaha sebanyak-banyaknya untuk menyerap tenaga kerja. Karena pemerintah tara bisa kase turun anggka pengangguran, yang kase turun angka pengangguran itu hanya pengusaha.

BACA JUGA  Inilah 9 Program Yamin-Ada Menuju Ternate Bangkit

Tugas pemerintah adalah mendorong dan memfasilitasi serta menciptakan ruang untuk tumbuh kembangnya pengusaha. Semakin banyak pengusaha, semakin berkurang pengangguran, sebaliknya, pengusaha sedikit angka pengangguran naik. Itu rumusnya,” urai Yamin.

Menurut Yamin, peluang usaha di kota Ternate sebenarnya terbuka luas, hanya saja pemimpin harus tau caranya agar lahir pengusaha-pengusaha baru.

Ia mencontohkan, beberapa kebutuhan pokok masyarakat di Kota Ternate ini masih bergantung kepada suplai dari daerah luar. Kebutuhan telur ayam misalnya, per hari warga Ternate mengkonsumsi 10 ribu butir telur ayam, sementara Ternate hanya bisa produksi 1.000 butir, maka sisanya 9.000 disuplai dari luar. Begitu pula ayam potong, sebagin besar disuplai dari provinsi lain. Belum lagi sayur, rampa-rampa semua masih bayak dari luar.

“Pertanyaannya adalah, apakah ngoni di Fitu sini atau di kelurahan lainnya tara bisa piara ayam atau tanam rica dan tamate?, Ini sebenarnya karena kurnag peduli atau taramau peduli saja dari pemimpin kita selama ini,” tandas Yamin.

Soal ternak ayam, kata Yamin, salah satu kendalanya di kota Ternate adalah soal pakan (makanan ayam). Padahal pakan ayam ini, kata Yamin, adalah campuran jagung, kulit padi dan isi perut ikan lalu diolah menjadi satu.

“Nah torang di Ternate atau di Maluku Utara ini kan banyak ikang pe gale-gele, milu juga banya, kuli padi tinggal ambe di Subaim kong olah. Tapi itu musti pengusaha yang biking, jangan pemerintah ambe alih lagi. Pemerintah cukup suppor modalnya untuk beli mesin olahan. Jadi baru usaha telur dan ayam saja sudah buka berapa peluang usaha,” terangnya.

BACA JUGA  Penumpang KM Karya Indah Diselamatkan, Satu Orang Belum Ditemukan

Bukan hanya itu, Yamin mencontohkan cengkeh dan kelapa. Dua hasil bumi ini menurut Yamin dapat dikelola untuk menghasilkan nilai ekonomi tinggi.

Daun dan gagang cengkeh misalnya, dapat diolah menjadi minyak dan bahan campuran kosmetik. Pemrintah tinggal melatih tenaga asal Ternate kemudian menyediakan alat produksinya lalu mereka mengelola sendiri.

“Jadi Pemerintah cukup mensupport modal usaha dan membantu mencari peluang pasarnya, sedangkan pengelolaan diserahkan kepada masyaraat yang berminat, sehingg tercipta pengusaha-pengusaha baru atau UMKM baru. Kalau UMKM tumbuh menjamur maka otomatis menyerap tenaga kerja semakin banyak,” jelasnya.

Sementara kelapa, kata Yamin, mulai dari batang sampai sabuk kelapa dapat diolah menjadi komoditi yang menghasilkan uang, dan itu bisa dilakukan UMKM. Pemerintah lagi-lagi tinggal mensupport.

Bahkan sampah pun, tutur Yamin, sekarang ini sudah ada teknologinya untuk diolah menjadi barang bernilai ekonomi.

“Kita (Saya) so lia di Surabaya. Itu ada mesin pengolah sampah. Sampah itu diolah menjadi pupuk dan bahan bakar, dan itu dikelola pengusaha, bukan pemerintah,“ terangnya.

Jadi, sambung Yamin, kalau ada pengusaha yang bikin perusahan mengolah sampah, maka masyarakat pe sampah rumah tangga dan sampah lainnya tidak akan terbuang percuma. Masyarakat harus mengumpulkan sampah lalu dijual ke pengusaha sehingga masalah sampah bisa teratasi. Tapi pemerintah tetap harus punya program penanganan sampah.

“Makanya nanti tanggal 9 Desember 2020 jangan pilih sabarang. Pilih saja nomor 4 Yamin Tawary-Abdullah Tahir. Inga bae-bae,” pungkas Yamin. (Ichal-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah