APBD Taliabu Cair Rp 47 Miliar Tanpa Surat Perintah

Pertemuan antara tim pemeriksa BPK Perwakilan Malut dengan pejabat sementara bupati (Pjs) Pulau Taliabu, Drs.Maddaremmeng M.Si serta para pimpinan Organsiasi Perangkat Daerah (OPD),

Bobong, Haliyora

Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Pulau Taliabu, diduga mencairkan anggaran senilai Rp 47 miliar tanpa menggunakan surat perintah pencairan dana (SP2D) pada tahun 2019.

Bacaan Lainnya

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara tim pemeriksa BPK Perwakilan Malut dengan pejabat sementara bupati (Pjs) Pulau Taliabu, Drs. Maddaremmeng, M.Si serta para pimpinan Organsiasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (06/10/2020).

Pertemuan tersebut dalam rangka pemeriksaan dengan tujuan tertentu (ATT) terhadap masalah aset dan kas daerah di lingkup Pemkab Pulau Taliabu serta klarifikasi pencairan anggaran Rp 47 miliar sesuai laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK dalam APBD tahun anggaran 2019.

“Agenda kami dalam rangka audit khusus soal aset dan kas daerah,” kata salah satu anggota tim pemeriksa BPK Malut yang enggan namanya di sebutkan.

Pjs. Bupati Drs. Manddammereng, menginstruksikan kepada OPD agar proaktif serta mendukung proses audit yang dilakukan BPK.

“Saya meminta kepada pimpinan OPD untuk koperatif, terutama kepala inspektorat, agar dapat membantu dalam menyiapkan dokumen-dokumen yang diminta oleh Tim BPK,” tandas Maddaremmeng pada pertemuan itu.

Maddaremeng bilang, maksud kedatangan BPK adalah untuk melakukan Audit dengan Tujuan Tertentu (ATT). “Tim audit akan melakukan pemeriksaan terhadap kepatuhan manajemen kas, serta aset Pemda Pulau Taliabu,” jelasnya

Dikatakan, dalam audit ini, nantinya akan dikroscek kembali persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kepatuhan.

“Sekali lagi saya minta agar tidak menyulitkan Tim BPK, mengingat BPK hanya punya waktu 34 hari di sini, sehingga diharapkan dengan waktu yang ada dimanfaatkan dengan baik,”tandasnya

Terkait temuan BPK tersebut, Kepala BPKPAD Kabupaten Pulau Taliabu, Irwan Mansur menolak memberikan keterangan saat hendak dikonfirmasi Haliyora. “Maaf pa kaban lagi sibuk, beliau belum mau bertemu dengan wartawan,”kata salah satu sespri kaban, Rabu (07/10/2020). (Ham-1)

Pos terkait