Taman Saruma Halsel dengan Miniatur Rumah Adat Sepi Pengunjung

  • Whatsapp

Halsel, Haliyora.com

Taman saruma milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menyediakan 17 kamar inap bagi para pengujung Wisatawan lokal maupun asing.

Bacaan Lainnya

Kamar inap yang dibangun dalam bentuk miniatur rumah adat dari 17 Suku yang mendiami Halsel yakni, suku Togale, Makayoa, Bacan, Ternate, Tidore, Buton, Papua, Gane, Gorontalo, Madura, Jawa, Solo, Minang, Sanana, Bugis, Arab dan Cina.

Selain kamar inap yang dibangun dalam bentuk rumah adat 17 Suku tersebut, Taman Saruma juga memiliki keunikan karena dibangun dibawah jejeran pohon karet.

Tempat wisata milik pemda Halsel ini berada di Jalan Karet, Desa Kampung Makian, berdekatan dengan Kantor Bupati Halsel, dibangun pada tahun 2017 lalu.

Saat ini, Taman Saruma yang juga sering disebut Taman Kebun Karet ini dikelolah oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Halsel.

Kepala Bidang (Kabid) Budaya Disdikbud Halsel, Isnain A. Abdullah mengatakan bahwa setiap 17 miniatur Rumah adat memiliki kamar dengan fasilitas berkelas Hotel berbintang. Setiap kamar disewakan dengan harga 500.000 Rupiah per-hari

“Selain ruang kamar sekelas Hotel berbintang, kita juga sediakan fasilitas lain seperti televisi, wifi, kulkas dan sejumlah perabot ruangan yang cukup lengkap,” tuturnya.

Selain itu tambahnya, di Taman Saruma juga disediakan Aula yang diberi nama Canga Matau, yang bisa dipakai untuk tempat pertemuan dan acara-acara resmi lainnya.

Sayangnya, memasuki masa pandemi Covid-19 di Tahun 2020 ini, taman saruma yang awalnya ramai dikunjungi oleh warga Bacan maupun di luar Bacan, tidak lagi ramai. Bahkan hampir tidak ada lagi pengunjung yang datang menikmati pemadangan ataupun sekedar selfi dan menikmati sejuknya udara di bawah jejeran pohon karet.

“Target pendapatan 2020 Rp 150 Juta, namun semenjak Covid-19 sejak Bulan Maret-September kurang lebih jalan 9 Bulan ini membuat sepi pengunjung dalam sehari, dan setiap bulan juga sepi, hampir tidak ada pengunjung dalam sehari sehingga sangat berpengaruh pada target pendapatan,”akunya.

Lanjutnya, untuk perawatan Taman Saruma dipekerjakan 20 orang yang setiap bulan harus digaji. Isnain mengaku, sumber anggaran operasional dan pemeliharaan taman saruma diplot dari APBD Halsel tiap tahunnya. Untuk 2019 sebesar Rp 500 Juta sedangkan Tahun 2020 Rp 700 Juta.

“Semoga Covid-19 cepat berakhir agar Taman ini kembali ramai dikunjungi para pengunjung seperti biasanya,” harapnya. (Asbar-2PN)

Pos terkait