Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Minus 0,01 Persen

Sofifi, Haliyora.com

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Provinsi Maluku utara Bambang Hermawan mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara saat ini minus 0,01 persen, akibat APBD tahun 2020 terkoreksi lumayan besar, yakni mencapai Rp 600 miliar lebih.

“Pertumbuhan ekonomi Kita (Maluku Utara) sekarang minus 0,01 persen. Angka ini kecil dibandingkan dengan angka pertumbuhan nasional yang minus 5 persen, tetapi pertumbuhan ekonomi tetap terganggu, juga berdampak pada tingkat kemampuan masyarakat,” ungkap Bambang, Selasa (25/08/2020).

BACA JUGA  42 Napi di Lapas Jailolo Bakal dapat Remisi Tahun Ini

Menurut Bambang, jika APBD Maluku Utara tidak terkoreksi cukup besar maka pertumbuhan ekonomi Malut tidak mengalami minus. “Kalau APBD tidak terkoreksi maka kita tidak akan minus. Kita akan sama dengan Ambon (Maluku) begitu. Ambon 0,01 persen juga, tapi dia positif (naik), sedangkan di kita negative,”imbuhnya.

Dijelaskan, APBD pokok pada 2020 yang terkoreksi terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 170 Miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 270 Miliar, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 20 Miliar dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 150 Miliar. (Andre)

BACA JUGA  Terkait LIN, KKP Tinjau Sarana Pelabuhan Perikanan di Malut
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah