Ternate, Haliyora.com
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara, Buyung Radjiloen mengatakan, dampak Covid-19 membuat ekspor di sektor perikanan Malut menurun sekitar 60 persen.
Sejumlah Negara yang menjadi sentral ekspor perikanan Malut hingga saat ini belum membuka akses untuk menerima ekspor ikan dari Maluku Utara. “seperti Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan Timur Tengah,”ujarnya, Senin (24/08/2020).
Negara-negara yang disebutkan Buyung tersebut, merupakan negara tujuan ekspor ikan jenis Baby Tuna, Tuna Loin Cakalang dan lain-lain.
“Baru dua Negara yang membuka akses terima ekspor ikan dari kita, yaitu Cina dan Vetnam, tetapi dengan jumlah dan permintaan yang terbatas” ujarnya.
Kadis Perikanan menyebut, total ekpor ikan ke Cina dan Taiwan sejak bulan Januari hingga Juni 2020 sebanyak 168,677,31/kg dengan nilai devisa Rp 11,5 miliar
“Maka bisa dipastikan pada triwulan pertama masih jauh dari target. Sehingga diperkirakan di tahun 2020 paling mencapai angka Rp 11,5 miliar saja,” terangnya.
Selain expor, dampak pandemi Covid-19 juga bepengaruh pada pemasaran domestik lantaran lambatnya transportasi antar wilayah.
“Namun demikian, daya beli masyarakat sedikit lebih baik dibandingkan awal covid” ucap Buyung senin (24/8) di Kantor UPTD DKP Malut Kota Ternate. (Andre)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!