Balai Karantina: Flu Burung Lebih Ganas dari Corona

  • Whatsapp
kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, Yusuf Patiroy (foto: Jainudin/Haliyora.com)

Ternate, Haliyora.com

Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) seperti flu burung sangat ditakuti. Virus Flu Burung selain menyerang unggas dewasa juga menular ke manusia. Bahkan Virus Flu Burung disebut lebih ganas dari Virus Corona. Sebab Corona bisa sembuh sendiri tanpa obat, tapi Flu burung tidak ada obatnya.

Bacaan Lainnya

Itu disampaikan Kepala Balai Karantina Kelas II Kota Ternate Yusup Patiroy kepada Haliyora.com, Senin (20/07/2020) di kantornya.

Untungnya, Kata Yusup, di Maluku Utara termasuk Provinsi yang sampai saat ini bebas dari Virus Flu Burung.

“Untuk Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) seperti flu burung, sangat ditakuti. Virus Flu Burung itu sebenarnya lebih berbahaya dari Covid-19. Dia lebih ganas. Covid itu bisa sembuh sendiri tanpa obat, tapi Flu Burung tidak ada obatnya. Untung di Maluku Utara masih bebas dari Flu Burung,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, flu burung biasanya menyerang unggas dewasa seperti ayam, tetapi dapat menular ke manusia, sehingga pihaknya sangat mewaspadai masuknya Flu Burung ke Maluku Utara melalui pasokan unggas dewasa yang hidup dari luar, terutama dari daerah yang sudah terdampak.

Katanya, untuk Indonesia Timur, Maluku Utara dan Papua masih bebas virus Flu Burung.” Mumpung masih bebas, jadi kita harus melakukan pencegahan secara dini. Cara efektif mencegahnya adalah jangan membawa masuk unggas ayam dewasa ke Maluku Utara. Sebab unggas dewasa itu pembawa virus flu burung.

“Sebagai kepala Balai Karantina, Saya meminta kepada masyarakat Maluku Utara agar tidak bawa masuk unggas (ayam) dewasa dari luar ke sini. Jangan tambah masalah, karena kitorang sudah diserang wabah Corona. Boleh bawa masuk ayam, tapi harus anak ayam yang masih berumur satu atau dua hari atau telurnya saja,”imbuhnya.

Terkait dengan larangan membawa masuk unggas dewasa ke Maluku Utara sudah memiliki dasar hukum, baik Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri dan Edaran Gubernur Maluku Utara.

Untuk itu Yusup mengingatkan, jika kedapatan ada yang membawa masuk unggas (ayam) dewasa dari luar, maka pihaknya akan memprosesnya secara hukum. “sebenarnya tujuan kita tidak mau hukum orang, tapi supaya ada efek jera agar tidak diulangi kembali,” tuturnya.

Ia menambahkan, pada Maret 2020 lalu pihak karantina mulai lakukan pemeriksaan terhadap salah satu oknum yang membawa masuk ayam dewasa dari Manado ke Jailolo. Namun karena terhalang Covid-19, maka pemeriksaan tertunda, pihaknya berjanji akan tetap memprosenya hingga dibawa ke pengadilan. “sebenarnya tujuan kita tidak mau hukum orang, tapi supaya ada efek jera agar tidak terulang kembali,” pungkasnya. (Riko)

Pos terkait