Ternate, Haliyora.com-Anggota keluarga pasien terkonfirmsi positif corono tak mau diperiksa dan dibawa Gugus Tugas Covid-19 Kota Ternate untuk dikarantina.
Keluarga pasien yang berdomisili di kasturian tersebut saat ini masih berada dirumahnya. Mereka hanya ingin menjalani karantina mandiri, sehingga ketika hendak dijemput Gugus Tugas Covid-19 Kelurahan, mereka menolak untuk dibawa ke tempat Karantina.
Padahal, pemeriksaan dan kemudian dikarantina adalah prosedur wajib bagi keluarga atau siapa saja yang diketahui atau diduga telah kontak fisik dengan pasien terkonfirmasi positif corona. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah mereka juga tertular atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini dijelaskan oleh Sekretaris Kota(Sekot) Ternate, Thamrin Alwi kepada wartawan, Senin (27/04/2020) di kantor Waliota Ternate.
“Keluarga pasien yang positif itu di kelurahan Kasturian, ketika mau dijemput oleh Tim Satgas kelurahan mereka tidak mau,”ujar Thamrin.
Meski begitu, kata Thamrin, pihaknya masih mau memaksimalkan peran Satgas kelurahan untuk memberikan pemahaman kepada keluarga pasien positif corona itu. Tapi kalau pendekatan tersebut tidak berhasil, maka akan dijemput paksa.
“Sementara ini Kami mau manfaatkan satgas kelurahan dulu. Kami mohon mereka dapat menyampaikan edukasi kepada orang yang di duga tertular. Kami harap mereka mengerti bahwa ini adalah niat baik dari pemerintah Kota Ternate, Namun kalau mereka tidak mau juga, maka kami akan menjemput paksa. Saya akan kerahkan seluruh kekuatan satgas, termasuk TNI-Polri,”ujarnya.
Sebab, sambung dia, yang diikhtiarkan adalah mereka bisa dihakimi warga setempat. “Ini yang kita kuatirkan,”sambungnya.
Selain itu, Thmrin yang juga sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Ternate meminta pihak keluarga pasien untuk bersedia meyerahkan diri untuk diperiksa kesehatannya.
“Kami juga meminta kepada keluarga pasien agar mereka menyerahkan diri dan melakukan pemeriksaan, apabila mereka positif maka kita akan melakukan sesuai dengan ketentuan yang sudah di tetapkan,”imbuh Thamrin.
Ketika didesak wartawan tentang kapan akan dijemput paksa, Thamrin mengatakan, saat ini pihaknya menugaskan tim kesehatan untuk melakukan pendekatan secara kesehatan terlebih dulu.
“Mudah- mudahan dengan pendekatan medis itu mereka mau dibawa untuk diperiksa dan dikarantina. Kalau mereka tetap tidak mau, maka kita akan melakukan penjemputan secara paksa,” pungkasnya. (Sam)








