Wahda Lengser, Sahril Naik ke Puncak Komando Gerindra

TERNATE — Haliyora, Situasi politik, khususnya di Maluku Utara memang dinamis. Dinamika tersebut menuntut partai politik untuk ikut menyesuaikan diri. Terutama menjelang penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada tahun 2020 nanti.

Kedinamisan politik itu berlaku juga bagi Partai Gerindra. Hal itu terungkap setelah pucuk pimpinan partai besutan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto tersebut, di jajaran pengurus daerah Maluku Utara, berganti komando.

Keputusan terkait hal itu, diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra melalui Surat Keputusan nomor : 12-0706/Kpts/DPP-GERINDRA/2019 tentang Susunan Personalia DPD Partai Gerindra Maluku Utara.

Dalam Surat Keputusan itu, dijelaskan bahwa DPP Gerindra menganulir keputusan sebelumnya yang menunjuk Wahda Z. Imam sebagai Ketua dan selanjutnya mengangkat Sahril Thahir sebagai pimpinan partai Gerindra di Maluku Utara.

Sesuai keputusan tersebut, menjadikan terjadinya perubahan formasi kepengurusan. Meski posisi Sekretaris dan Bendahara partai masih dalam formasi yang sama.

BACA JUGA  Bawaslu Rilis IKP 2020, Empat Daerah di Malut Rawan Tinggi

Saat ditemui haliyora.com di kediamannya pada Sabtu (14/12), Ketua DPD Gerindra Malut yang baru, Sahril Thahir menyampaikan keinginannya untuk mengkonsolidasikan potensi dan kekuatan partai Gerindra Malut, hingga mampu menjadi pilihan utama rakyat Maluku Utara pada Pemilu 2024 nanti.

“Setelah ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Maluku Utara akan untuk membenahi jajaran struktur dan persoalan internal. Apalagi, tahun depan agenda pilkada telah menanti, ” ungkap Sahril yang didampingi jajaran pengurusnya, sesaat setelah tiba dari Jakarta.

Terkait agenda pilada tersebut, Sahril menjelaskan bahwa proses penjaringan bakal calon kepala daerah pada pilkada serentak di Maluku Utara akan diundur pelaksanaannya.

“Proses penjaringan kita rencanakan dimulai pada tanggal 15 Januari 2020 nanti. Itu berarti mundur kurang lebih sebulan dari rencana sebelumnya, yaitu pada 14 Desember 2019. Alasan pengunduran adalah karena kita terlebih dahulu melakukan konsolidasi internal terkait penggantian pucuk pimpinan partai saat ini,” jelasnya.

BACA JUGA  PDIP Malut: Pihak Tertentu Ciptakan Persepsi Buruk ke Balon PDIP pada Pilkada 2020

Ketika disinggung soal Wahda Z. Imam setelah lepas dari ketua partai, Sahril mengkonfirmasikan bahwa yang bersangkutan tetap mendapat posisi dalam kepengurusan partai.“Beliau diberi mandat sebagai anggota Dewan Kehormatan DPD Partai Gerindra Maluku Utara,” tegasnya.

Sahril juga menuturkan harapannya agar semua elemen partai dapat bersatu dan berkomitmen untuk membangun Partai Gerindra di Maluku Utara. Secara khusus, Sahril menyoroti potensi generasi milenial bagi pengembangan partai.

“Ke depan nanti, persaingan akan semakin ketat. Potensi generasi muda dan kalangan milenial penting untuk digarap, agar Gerindra mampu menjadi partai masa depan,” pungkasnya. (cal)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah