Ternate, Maluku Utara – Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hingga kini belum sepenuhnya mereda. Situasi tersebut berdampak pada belum jelasnya arah politik dan konsolidasi partai dalam menghadapi Pemilu 2029, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Ketua DPW PPP Provinsi Maluku Utara, Arif Abd. Rahim, mengakui bahwa dinamika internal partai masih diwarnai gejolak. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) X PPP Maluku Utara tetap harus dijalankan karena merupakan amanat konstitusi partai.
“Dalam kondisi PPP hari ini yang masih terjadi gejolak internal, pelaksanaan Muswil X merupakan perintah konstitusi partai. Anggaran dasar mengamanatkan musyawarah wilayah dilaksanakan tiga bulan setelah muktamar, sehingga tidak bisa ditunda,” ujar Arif saat diwawancarai wartawan di Bela Hotel Ternate, Kamis (8/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengutip pernyataan Bendahara Umum DPP PPP yang menyebutkan bahwa kondisi politik internal partai hingga saat ini belum sepenuhnya kondusif. “Sebagaimana disampaikan Bendahara Umum DPP, kondisi politik internal memang belum sepenuhnya aman,” katanya.
Menurutnya, justru dalam situasi tersebut Muswil menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi organisasi. Konsolidasi ini dinilai krusial guna menyatukan kembali kekuatan partai, terutama dalam menghadapi tahapan verifikasi partai politik ke depan.
“Oleh karena itu, Muswil dibutuhkan sebagai sarana konsolidasi organisasi dalam rangka menghadapi verifikasi partai politik, khususnya verifikasi faktual,” jelasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









