Ia menambahkan, konsolidasi harus dilakukan secara berjenjang melalui pelaksanaan musyawarah di setiap tingkatan kepengurusan. Langkah ini diperlukan untuk memastikan PPP mampu memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam undang-undang dan ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Konsolidasi dilakukan melalui musyawarah di setiap tingkatan agar verifikasi partai dapat dilalui sesuai ketentuan undang-undang dan keputusan KPU,” ujarnya.
Namun demikian, dia tidak menampik bahwa konflik internal dan kubu-kubuan masih menjadi tantangan serius bagi PPP. Ia menilai perpecahan tersebut menjadi salah satu faktor penghambat kebangkitan partai, termasuk kegagalan PPP meraih kursi di DPR RI pada Pemilu sebelumnya.
“Harapannya, sebagaimana disampaikan Bendahara Umum DPP, tidak ada lagi kubu-kubuan jika partai ini ingin kembali lolos ke parlemen. Apalagi pada pemilu lalu PPP tidak berhasil masuk Senayan,” tegasnya.
Ia juga meminta para pimpinan partai di tingkat kabupaten dan kota, khususnya Ketua dan Sekretaris DPC, untuk segera mengakhiri konflik internal yang terjadi di daerah.
“Saya berharap Ketua dan Sekretaris DPC kabupaten/kota segera mengakhiri konflik internal karena hal tersebut tidak menguntungkan partai,” katanya.
Arif berharap Muswil X PPP Maluku Utara dapat menjadi momentum untuk mengakhiri konflik internal, memperjelas arah politik partai, serta memperkuat soliditas organisasi dalam menyongsong Pemilu 2029. “Mudah-mudahan Muswil ini dapat mengakhiri konflik, khususnya di Maluku Utara, sehingga kita bisa menyongsong Pemilu 2029 dengan aman dan damai,” pungkasnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!