Samsudin menjelaskan, program tersebut mencakup dukungan pembiayaan pelatihan dan pengembangan kompetensi. Pemerintah daerah kini tengah membangun komunikasi lanjutan agar Maluku Utara mendapatkan porsi lebih besar dalam program kerja sama tersebut.
“Kuota kerja sama ini untuk seluruh Indonesia sekitar 1.000 orang. Mudah-mudahan Maluku Utara bisa mendapatkan sekitar 100 peserta, itu sudah sangat bagus,” katanya.
Ia menambahkan, peserta yang terpilih nantinya akan mendapatkan pembelajaran terkait bisnis dan pengembangan kompetensi lainnya yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Meski belum menetapkan sektor prioritas untuk pengembangan SDM, Pemprov Maluku Utara mengaku masih membuka peluang di berbagai bidang strategis.
“Di Singapura, pemerintah hanya menyiapkan regulasi, sementara bisnis dijalankan pelaku usaha. Karena itu, nanti akan ada pembicaraan lebih lanjut terkait sektor yang akan dikembangkan,” jelas Samsudin.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa kunjungan kali ini masih dilakukan oleh perwakilan awal. Dalam waktu dekat, Duta Besar Singapura disebut akan datang langsung ke Maluku Utara untuk melihat kondisi daerah sekaligus membahas potensi kerjasama lanjutan.
“Mungkin nanti ada program-program yang membuat kita tertarik dan akan dibicarakan lebih lanjut,” pungkasnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!