Ia menambahkan, pengawasan dan investigasi lanjutan tetap akan dilakukan guna memastikan standar kesehatan lingkungan dan pengelolaan konsumsi pekerja berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, Munadi Kilkoda, mengatakan RDP digelar sebagai ruang klarifikasi bersama agar persoalan tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak di tengah masyarakat.
“Kami ingin semua pihak duduk bersama dan mencari solusi terbaik. Yang paling penting saat ini adalah memastikan kondisi pekerja tertangani dengan baik, hak-hak mereka dipenuhi, dan langkah pencegahan diperkuat,” ujarnya.
Munadi juga mengapresiasi keterbukaan seluruh pihak, baik perusahaan maupun penyedia jasa katering, yang hadir dalam rapat tersebut.
“Kami melihat ada komitmen bersama untuk melakukan evaluasi dan pembenahan ke depan. Ini penting agar situasi tetap kondusif dan kepercayaan publik tetap terjaga,” tandasnya.
Di sisi lain, perwakilan PT Danis Indo Service, Herlina Djakaria, menyatakan pihaknya akan terus meningkatkan standar pelayanan makanan bagi para pekerja tambang.
“Kami menghormati seluruh proses yang berjalan dan berterima kasih karena hasil laboratorium telah disampaikan secara terbuka. Ke depan kami tetap melakukan evaluasi internal secara rutin agar standar keamanan pangan dan SOP pelayanan dapat terus ditingkatkan,” ucap Herlina.
Dalam berita acara RDP, Komisi I DPRD Halmahera Tengah juga merekomendasikan pengawasan berkala terhadap aktivitas perusahaan, termasuk inspeksi rutin pengelolaan kantin serta penerapan standar operasional prosedur penyediaan makanan bagi pekerja. (RJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!