Terhalang Air Keruh, Pencarian Penumpang Hilang KM Cahaya Arafah Dihentikan

Halsel, Maluku Utara- Tim gabungan Basarnas, Pol Airud, TNI/Polri, BPBD dan warga sekitar terpaksa menghentikan pencarian 13 penumpang tenggelamnya Kapal Motor (KM) Cahaya Arafat di perairan Tokaka, Gane Barat Halmahera Selatan, Senin (18/7/2022) kemarin.

“Kondisi air laut yang kabur karena tumpahan minyak sehingga kedalaman laut kelihatan gelap, sehingga penyelam Basarnas kewalahan. Untuk sementara ini pencairan dihentikan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Halmahera Selatan, Muhajir Zam Zam saat diwawancarai haliyora.id, Selasa, (19/07/2022).

Muhajir menuturkan, TRC BPBD Halsel bersama Basarnas dan Pol Airud diterjunkan ke lokasi tenggelamnya kapal Cahaya Arafat pada pukul 06.30 WIT menggunakan speed boat dan perahu karet untuk pencarian 13 penumpang yang hilang, tetapi belum ditemukan.

“Memastikan keberadaan korban yang hilang, tim penyelam Basarnas turun ke dalam laut, hanya terhalang air yang keruh sehingga kedalaman laut gelap, karena titik tenggelam KM Cahaya Arafat letaknya di depan muara sungai besar belum lagi air keruh akibat tumpahan minyak kapal,” terangnya.

BACA JUGA  Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Ternate Meningkat 5 Persen pada Triwulan III 2025

Meski begitu, tim Basarnas masih tetap melakukan pencarian sambil menambah amunisi tabung oksigen penyelam.

Terpisah, Kepala BPBD Halsel, M. Ichwan Iskandar Alam kepada haliyora.id menambahkan, saat ini pihaknya telah membangun dapur umum di Desa Tokaka bagi warga dan tim pencari korban hilang. Selain itu, BPBD juga menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk warga yang membantu pencarian korban secara mandiri.

“Iya, BPBD sediakan dapur umum dan serahkan bantuan BBM kepada warga sekitar yang membantu melakukan pencarian penumpang yang hilang,” akunya.

BACA JUGA  Berhentikan Bidan Desa, Warga Demo Kepala Puskesmas Jiko Halsel

Lebih lanjut dikatakan Ichwan, data manifest penumpang KM. Cahaya Arafat sampai saat ini masih simpang siur sehingga belum diketahui pasti berapa jumlah penumpang.

“Jumlah penumpang dalam manifest tercatat 66 orang penumpang, yang hilang belum dapat dipastikan, tetapi laporan dari Basarnas sekitar 13 orang penumpang yang hilang, pencarian hingga sekarang belum membuahkan hasil, korban hilang belum juga ditemukan,” tandasnya.

Terpisah, Camat Gane Barat Utara, Abdul Rajak Daiyan saat diwawancarai Haliyora via telpon menyebutkan sampai, saat ini 13 penumpang korban tenggelamnya kapal Cahaya Arafat belum juga ditemukan. “13 orang penumpang yang hilang dalam tenggelamnya KM. Cahaya Arafat sampai sekarang belum ditemukan,” ucapnya. (Asbar-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah