Dikbud Malut Ubah Paradigma Sekolah Favorit Lewat SPMB 2026

Sekretaris Dikbud Maluku Utara, Sofyan, mengatakan penyusunan Juknis SPMB tahun ini juga mengakomodasi berbagai catatan kritis dan masukan dari Ombudsman Maluku Utara.

Salah satu poin penting yang diterapkan ialah penyediaan masa sanggah pada tahapan pendaftaran. Mekanisme itu disiapkan agar setiap data pendaftar dapat diverifikasi kembali secara objektif dan terbuka.

“Masa sanggah ini menjadi ruang kontrol bersama agar data peserta benar-benar valid dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” kata Sofyan.

Ia menambahkan, mekanisme pendaftaran tahun ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika seluruh jalur sebelumnya dibuka bersamaan, pada SPMB 2026 pendaftaran dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama dibuka untuk jalur afirmasi dan prestasi, sedangkan tahap kedua untuk jalur domisili dan mutasi orang tua. “Sesuai jadwal yang telah disusun, pendaftaran resmi akan dibuka mulai 4 Juni 2026,” ujarnya.

BACA JUGA  SMAN 1 Halteng Pungut Biaya Mobiler, Dikbud Maluku Utara : Itu Pungli

Seluruh data hasil seleksi nantinya langsung terintegrasi dengan Dapodik sehingga akurasi data menjadi prinsip utama. Dikbud juga menutup ruang intervensi manual dari pihak sekolah dengan menerapkan sistem verifikasi penuh secara daring.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi istilah ‘orang dalam’ atau praktik titip-menitip siswa. Ini adalah instruksi tegas dari Ibu Gubernur agar SPMB berjalan bersih dan adil untuk semua,” tegas Sofyan.

BACA JUGA  Resmi Layangkan Somasi, Pengacara Kontraktor Proyek LPT di Halteng Ingatkan Ini ke Dikbud Malut

Meski berbasis penuh daring, Dikbud Maluku Utara tetap menyiapkan skema khusus bagi wilayah 3T dan daerah blank spot. Posko konsultasi akan dibuka di tiga wilayah sektor untuk membantu masyarakat selama proses pendaftaran.

Selain itu, Dikbud bersama PT Telkom akan melakukan uji coba aplikasi sebelum pendaftaran resmi dibuka guna memastikan sistem mampu menampung lonjakan trafik pendaftar tanpa gangguan.

Melalui berbagai pembenahan tersebut, Dikbud Maluku Utara berharap SPMB 2026 menjadi pintu masuk pendidikan yang bersih, transparan, dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh anak daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, maupun SLB. (RS/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah