Dalam proses perekrutan pemain, manajemen akan bekerja sama dengan Asosiasi Provinsi PSSI Maluku Utara guna memastikan seleksi berlangsung objektif dan tepat sasaran.
Khusus wilayah Papua, pencarian bakat akan dilakukan langsung oleh tim Malut United bersama perwakilan Benfica untuk menjaring pemain potensial dari daerah-daerah terpencil.
Sementara itu, Benfica International Business Manager, Lourenco Figueiredo, mengatakan klub Portugal tersebut akan membawa filosofi sepak bola khas Eropa dalam program pembinaan di Maluku Utara.
Menurut dia, Benfica memiliki pengalaman panjang dalam membangun akademi yang melahirkan pemain profesional kelas dunia.
“Benfica akan membawa filosofi bermain sepak bola untuk membantu Malut United menjadi tim terbaik sekaligus melahirkan pemain handal dan potensial,” ujar Lourenco.
Ia menambahkan, pengembangan sepak bola usia muda di Portugal selama ini juga dijalankan sebagai bagian dari pembangunan sosial generasi muda, bukan semata-mata pembinaan olahraga.
Meski demikian, manajemen Malut United belum merinci lokasi pemusatan latihan maupun kemungkinan pengiriman pemain ke Portugal untuk menjalani pelatihan lanjutan.
Program tersebut diproyeksikan sebagai pembinaan jangka panjang dengan target lima hingga sepuluh tahun ke depan mampu melahirkan pemain-pemain terbaik dari Indonesia Timur yang dapat bersaing di level nasional maupun internasional.
Dengan konsep pembinaan terpadu berbasis olahraga, pendidikan dan moral, Akademi Merah Putih diharapkan menjadi salah satu proyek pengembangan sepak bola terbesar di kawasan timur Indonesia. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!