Sofifi, Maluku Utara – Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Supir Lintas Halmahera (ASLH), DPA Organda Sofifi, dan Kerukunan Sopir Lintas (KSL) Maluku Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Maluku Utara, Senin (11/5/2026). Mereka memprotes kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi yang dinilai telah berlangsung lama dan merugikan masyarakat, khususnya pelaku transportasi angkutan.
Massa aksi datang menggunakan sejumlah truk sambil membawa spanduk bertuliskan, “Subsidi untuk rakyat, bukan untuk pejabat.” Dalam aksi tersebut, demonstran juga membakar ban bekas di depan gerbang DPRD Maluku Utara dan sempat mendorong pagar sebelum akhirnya masuk ke halaman kantor dewan dengan pengawalan aparat keamanan.
Koordinator lapangan aksi, Lutfi, menilai pemerintah daerah dan DPRD Maluku Utara belum serius menangani persoalan distribusi solar subsidi yang terus terjadi di wilayah itu.
“Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku Utara harus bertanggung jawab atas kelangkaan solar yang sudah terjadi sangat lama,” kata Lutfi saat berorasi dari atas mobil komando.
Para sopir mendesak pemerintah daerah bersama DPRD segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan BBM subsidi. Mereka mengaku kesulitan memperoleh solar dengan harga resmi subsidi sebesar Rp 6.800 per liter karena harga di tingkat pengecer melonjak hingga Rp 18 ribu per liter.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!