Menurut dia, kehadiran kapal tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Halmahera Utara.
“Konektivitas yang makin baik akan membuka peluang distribusi barang dan jasa menjadi lebih efisien, sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dedy menyebut penguatan sektor transportasi laut ini sejalan dengan program strategis Trans Kieraha yang diusung Pemerintah Provinsi Maluku Utara, yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan jalur penghubung antarwilayah di Pulau Halmahera.
“Komitmen Ibu Gubernur jelas, bagaimana pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Malut bisa dirasakan merata hingga ke wilayah terpencil melalui dukungan infrastruktur transportasi yang andal,” ucapnya.
Selain KM Tatamailau, sebelumnya kapal perintis KM Sabuk Nusantara 115 juga telah melakukan pelayaran perdana di Pelabuhan Galela pada 15 Januari 2026.
“Pelayaran KM Tatamailau ini menjadi catatan sejarah baru bagi Kabupaten Halut dan diharapkan menjadi awal dari peningkatan konektivitas yang lebih luas ke depan,” pungkas Dedy. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!