Kerusakan rumah juga dilaporkan di sejumlah kecamatan, antara lain: Oba Utara: 1 rumah rusak ringan
Oba Tengah: 3 rumah rusak ringan
Desa Telaga Mori: 1 rumah rusak ringan.
Kelurahan Payahe: 1 rumah rusak ringan.
Desa Kosa: 5 rumah rusak ringan.
Desa Koli: 9 rumah rusak ringan, dan
Desa Bale: 3 rumah rusak ringan.
Berikutnya di Selain di Kelurahan Kalaodi: 1 rumah rusak ringan. Pelabuhan speedboat di Tidore Utara mengalami kerusakan ringan.
BPBD juga mencatat adanya tsunami kecil di wilayah Halmahera Barat: Jailolo: tinggi 0,30 meter, dan di Sidangoli: tinggi 0,35 meter.
Warga di beberapa desa pesisir seperti Tuada, Todowongi Saria, dan Tongute Ternate sempat melakukan evakuasi mandiri, namun kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Kerusakan bangunan di wilayah ini antara lain: Desa Kedi (Loloda): 3 rumah rusak ringan, Desa Taraudu (Sahu): 1 rumah rusak ringan, dan Desa Guaeria (Jailolo): 1 rumah rusak ringan.
Di Kabupaten Halmahera Tengah:
Desa Were: 1 rumah rusak berat. Desa Nurweda: 2 rumah rusak sedang. Desa Wedana: 1 rumah rusak sedang. Desa Woekop: 1 rumah rusak berat. Desa Yeke: 1 rumah rusak sedang. Desa Lembah Asri: 1 rumah rusak sedang.
Sementara di Halmahera Selatan:
Desa Tokaka: 1 rumah rusak sedang. Desa Gafi: 1 sekolah rusak sedang. Desa Sebelei: 1 rumah rusak sedang.
Untuk Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Timur, Morotai, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu, data masih dalam proses asesmen.
BPBD juga menyatakan kerusakan pada infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pasar masih dalam pendataan lebih lanjut.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengimbau masyarakat yang sempat mengungsi agar dapat kembali ke rumah masing-masing dengan tetap waspada. “Masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi dari pemerintah dan sumber resmi,” ujar Feby. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!