Partisipasi masyarakat pengguna jalan juga terlihat dengan memberikan bantuan sukarela sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya tersebut.
Namun hingga kini, belum terlihat adanya penanganan dari pihak berwenang, meski kondisi tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan.
“Ini bahaya kalau malam, karena tidak ada lampu. Selain itu, kalau lewat juga debunya banyak sekali,” ujar Awan, warga Galela Utara, Sabtu (28/3/2026).
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membersihkan dan memperbaiki ruas jalan tersebut. Pasalnya, jalur ini merupakan akses penting yang menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di sejumlah kecamatan.
Jika tidak segera ditangani, kondisi jalan dikhawatirkan akan semakin memburuk dan berpotensi memutus akses antar wilayah, terutama saat curah hujan kembali meningkat. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!