Wagub Maluku Utara Pastikan Nyepi 2026 di Ternate Aman, Toleransi Warga Jadi Kunci

Ternate, Maluku Utara – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026, suasana tenang mulai terasa di kawasan Pura Siwa Jagat Karana, Kota Ternate. Di tengah persiapan umat Hindu menjalankan rangkaian ibadah, pemerintah daerah memastikan satu hal penting: rasa aman bagi semua.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, turun langsung meninjau lokasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Selasa (17/3/2026). Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen menjaga harmoni di tengah keberagaman.

“Secara umum, pelaksanaan Nyepi dapat berjalan dengan baik. Kami ingin memastikan umat Hindu bisa menjalankan Catur Brata Penyepian dengan khusyuk dan tertib,” ujar Sarbin.

BACA JUGA  Kunjungan Kerja ke Tambang Gosowong, Komisi III DPRD Malut: NHM Aset Strategis Bagi Malut, Perlu Didukung agar Bangkit dan Pulih

Nyepi bukan hanya milik umat Hindu. Di Ternate, perayaan ini juga menjadi cerminan bagaimana masyarakat yang beragam dapat saling menghormati ruang spiritual satu sama lain. Jalanan yang biasanya ramai dipastikan akan lebih lengang, sementara aktivitas masyarakat menyesuaikan demi menjaga kekhidmatan.

Sarbin pun mengajak seluruh warga untuk turut menjaga suasana kondusif. Menurut dia, keberhasilan Nyepi bukan hanya diukur dari kelancaran ibadah, tetapi juga dari tingkat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ketenangan.

“Kami berharap perayaan ini berlangsung khidmat, aman, dan kondusif. Ini menunjukkan tingginya toleransi masyarakat dalam menjaga kerukunan,” katanya.

BACA JUGA  Serapan Anggaran Sangat Rendah, Wagub Malut Evaluasi OPD Ini

Ia juga memberikan apresiasi kepada aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat adat yang selama ini berperan aktif menjaga stabilitas daerah, terutama dalam momen keagamaan.

Pemantauan, lanjutnya, tidak berhenti pada hari pelaksanaan. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan hingga seluruh rangkaian Nyepi selesai, memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali normal tanpa gangguan.

Di Ternate, Nyepi bukan sekadar perayaan sunyi. Ia adalah ruang bersama untuk merawat saling pengertian, tentang bagaimana perbedaan tidak menjadi jarak, melainkan jembatan menuju kehidupan yang lebih damai. (Redaksi)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah