Tak sekadar seremoni, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan warga, Gubernur langsung menetapkan tiga kebijakan strategis di lokasi acara.
Pertama, aktivasi BPJS Gratis. Gubernur memerintahkan Dinas Sosial segera mengaktifkan kepesertaan BPJS bagi warga kurang mampu guna mempertahankan status Maluku Utara sebagai provinsi Universal Health Coverage (UHC).
Kedua, akses modal UMKM. Pemprov membuka akses pinjaman modal hingga Rp3 juta melalui program PNM Mekaar bagi ibu-ibu pelaku usaha mikro, termasuk pembuat takjil dan kue lebaran.
Ketiga, perbaikan infrastruktur. Gubernur memastikan perbaikan jalan di kawasan Pasar Galala Tikep akan mulai dikerjakan pada Juli 2026 guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Acara ditutup dengan penyerahan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan warga dan peninjauan langsung lapak pedagang di Kampong Ramadhan. Gubernur didampingi Wakil Gubernur, Sekretaris Provinsi, Ketua TP PKK Maluku Utara, perwakilan Bapanas, Kabulog Ternate, serta jajaran pimpinan OPD.
Dengan Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli, serta memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga menjelang Idulfitri 1447 H. (*RS)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!