Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, guna mengupayakan dukungan anggaran dari APBN tahun ini untuk percepatan perbaikan dermaga.
Sementara itu, Kepala Seksi Keselamatan Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas II Ternate, Gandi, menegaskan bahwa aspek keselamatan pelayanan menjadi prioritas utama dan tidak ada toleransi terhadap potensi risiko.
Ia menjelaskan, keputusan pengalihan rute kapal sebelumnya diambil setelah hasil pengecekan pada tahun lalu menemukan adanya insiden truk terperosok di area dermaga, sehingga diperlukan pengkajian ulang terhadap kelayakan struktur. “Setelah dilakukan pengecekan, kami menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi dermaga. Keselamatan tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Menurutnya, selain perbaikan konstruksi dermaga, penataan sistem transportasi kendaraan yang masuk ke area pelabuhan juga perlu disesuaikan dengan daya dukung struktur. Ke depan, akan diberlakukan sejumlah persyaratan teknis terkait batas beban yang dapat ditampung dermaga, termasuk pengaturan bertahap kendaraan bermuatan dari luar area pelabuhan.
“Dengan adanya rencana perbaikan dari pemerintah daerah, kami berharap kedepan kondisi dermaga akan lebih baik dan standar keselamatan dapat terpenuhi,” katanya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!