Ternate, Maluku Utara – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku Utara menekankan pentingnya optimalisasi belanja pemerintah sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi wilayah kepulauan, di tengah laju pertumbuhan yang tinggi namun terkonsentrasi pada sektor tertentu.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Maluku Utara, Muhammad Priandi, dalam kegiatan Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR), Rabu (11/2/2026).
Priandi mengungkapkan, perekonomian Maluku Utara tumbuh 29,81 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menjadikannya salah satu provinsi dengan pertumbuhan tertinggi secara nasional. Capaian tersebut mencerminkan kuatnya aktivitas ekonomi, terutama ditopang industri pengolahan berbasis nikel.
Dari sisi stabilitas makro, lanjutnya, inflasi per Desember 2025 tercatat 1,63 persen (yoy) dan relatif terkendali, dengan komoditas bahan bakar rumah tangga sebagai penyumbang utama.
Sementara itu, tingkat pengangguran pada November 2025 tercatat meningkat 6,12 persen (yoy). Di sisi lain, tingkat kemiskinan menunjukkan perbaikan menjadi 5,59 persen pada September 2025.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!