Tahun Ini Pemprov Malut Alokasikan Infrastruktur 10 Kabupaten/Kota, Anggarannya Setengah Triliun

Sofifi, Maluku Utara – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran belanja langsung tahun anggaran 2026 sebesar sekitar Rp 550 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk belanja fisik, perencanaan, hingga pengawasan proyek infrastruktur yang tersebar di seluruh 10 kabupaten/kota.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Risman Iriyanto, mengatakan seluruh daerah mendapatkan porsi pembangunan sesuai kebutuhan dan prioritas masing-masing wilayah.

“Semua kabupaten/kota kebagian. Mulai dari Tidore Kepulauan, Ternate, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Selatan, Pulau Morotai, Kepulauan Sula, hingga Pulau Taliabu,” ujar Risman saat ditemui di kantornya di Sofifi, Selasa (27/1/2026).

BACA JUGA  Oknum Polisi DPO Narkoba Diringkus BNN Malut

Menurut Risman, belanja langsung tersebut mencakup berbagai jenis konstruksi, antara lain pembangunan dan peningkatan jalan serta jembatan, gedung pemerintahan, jaringan irigasi, pengaman sungai dan pantai, penataan kawasan, hingga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Fokus Pembangunan di Tidore Kepulauan dan Sofifi

Di Kota Tidore Kepulauan, pembangunan difokuskan di kawasan Sofifi dan sekitarnya. Proyek yang dikerjakan meliputi pembangunan perumahan Polda Maluku Utara, Gedung SPKT Polda, Workshop Dinas PUPR, Masjid Raya Sofifi, rehabilitasi Kantor DPRD, serta rumah dinas pimpinan DPRD.

Selain itu, proyek SPAM Tabadamai melalui Balai Cipta Karya Kementerian PUPR dengan nilai sekitar Rp 20 miliar juga tengah berjalan untuk melayani kebutuhan air minum masyarakat Sofifi dan sebagian wilayah Halmahera Barat.

BACA JUGA  Delapan ASN Pemprov Malut Terancam Dipecat

Proyek Strategis di Kota Ternate

Di Kota Ternate, Dinas PUPR melaksanakan sejumlah proyek strategis seperti pembangunan tanggul dan penanganan sungai, pembangunan Gedung Auditorat Militer, Gedung Nahdlatul Ulama (NU), Makobrimo, serta Pelancutan.

Pekerjaan lain meliputi rehabilitasi Rumah Dinas Gubernur di kawasan Krisantus, rehabilitasi Kadaton Kesultanan Ternate, serta peningkatan ruas jalan Malik Rubu dan Loto. Sementara itu, pembangunan pengaman pantai dilakukan di wilayah Pulau Moti, Bido, Matang II, dan Mayau.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah