Terbengkalai Bertahun-tahun, Mall Saruma Jadi ‘Bangunan Mati’ di Tengah Kota Bacan

Mall Saruma pun kini menjadi contoh nyata fenomena abandoned mall yakni bangunan publik bernilai besar yang mangkrak tanpa kejelasan fungsi.

Proyek ini telah lama menjadi sorotan publik karena ketidakseimbangan antara besarnya anggaran yang digelontorkan dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Sekadar informasi, hingga awal 2025, Mall Saruma masih tercatat dalam proses penanganan pemerintah daerah untuk direhabilitasi. Pada tahun anggaran 2025, Pemkab Halsel melalui APBD Induk mengalokasikan dana sekitar Rp10 miliar untuk rehabilitasi bangunan tersebut melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

BACA JUGA  Polairud Polda Malut Ringkus Nelayan Pengebom Ikan di Taliabu

Namun, publik kini menanti lebih dari sekadar rencana. Transparansi, kejelasan konsep pemanfaatan, serta kepastian keberlanjutan proyek menjadi tuntutan agar Mall Saruma tidak terus menjadi monumen kegagalan perencanaan pembangunan daerah. (RMI/Red2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah