Dalam arahannya, Gubernur Sherly juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 9 persen, tertinggi secara nasional pada kuartal III, namun dinilai belum sepenuhnya inklusif. Ia menyoroti masih tingginya ketergantungan kawasan industri terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
“Dinas Pertanian dan Perikanan harus segera menghasilkan output nyata. Delapan puluh persen penduduk kita adalah petani dan nelayan. Jika mereka sejahtera, maka Maluku Utara akan sejahtera,” ujarnya.
Terkait manajemen sumber daya manusia, Gubernur menegaskan bahwa mulai 7 Januari 2026 akan dilakukan pelantikan mutasi, rotasi, dan promosi terhadap 59 jabatan berdasarkan hasil Uji Kompetensi (Ukom) melalui aplikasi Sistem Manajemen Talenta (SIMATA). Ia memastikan tidak ada ruang bagi praktik transaksional dalam pengisian jabatan.
“Tidak boleh ada lagi yang memberi uang untuk jabatan. Gunakan uang tersebut untuk keluarga. Saya membutuhkan ASN yang memiliki keterampilan dan kapasitas untuk membantu saya dan Wakil Gubernur menuntaskan janji politik kami,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Gubernur Sherly mengingatkan bahwa ASN merupakan pelayan masyarakat yang digaji melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan postur APBD Maluku Utara tahun 2026 sebesar Rp 3 triliun, di mana sekitar 35 persen atau Rp 1,2 triliun dialokasikan untuk gaji sekitar 10.000 ASN, ia menuntut kinerja maksimal demi melayani 1,4 juta penduduk Maluku Utara. “Bekerjalah dengan hati, berbasis data, penuh tanggung jawab, inovasi, dan kolaborasi demi kesejahteraan Maluku Utara,” pungkasnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!