Wabup Halmahera Selatan Singgung Kebocoran Dana Desa di Hadapan Kades

Helmi mengungkapkan, Dana Desa memiliki nilai strategis dalam mendorong pembangunan. Dengan total 249 desa dan alokasi rata-rata Rp700 juta per desa, anggaran desa di Halsel mencapai hampir Rp174 miliar per tahun.

“Kalau dana sebesar itu tidak bocor, kita bisa menyelesaikan hampir setengah masalah Halsel. Tapi kalau keliru kelola, kita sendiri yang rugi,” tegasnya.

BACA JUGA  Fraksi Demokrat Ternate : Kenaikan BBM Mengganggu Siklus APBD

Wabup juga menyinggung kondisi fiskal daerah. Ia menyebut adanya pemangkasan anggaran pusat lebih dari Rp500 miliar, sementara rancangan APBD 2025 mencapai Rp1,7 triliun. Kondisi ini, kata Helmi, menuntut perencanaan yang lebih matang dan efektif.

“Tantangan kita adalah bagaimana menggunakan anggaran terbatas ini seefektif mungkin. Dari desa sampai OPD, perencanaan harus benar-benar ilmiah dan berkualitas,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemeriksaan Leni Cs Ditunda, Polisi Jadwalkan Pekan depan Soal Skandal BPRS Saruma

Helmi menambahkan, setiap program daerah harus berorientasi pada nilai tambah ekonomi serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai bagian dari agenda kemandirian fiskal yang dicanangkan Bupati. (RMI/Red2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah