Fraksi Demokrat Ternate : Kenaikan BBM Mengganggu Siklus APBD

Ternate, Maluku Utara- Fraksi Demokrat DPRD Kota Ternate mendesak Presiden Joko Widodo membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Fraksi Demokrat menilai kebijakan tersebut tidak rasional di tengah pemulihan ekonomi.

Kepada Haliyora, wakil Ketua Fraksi Demokrat, Zainul Rahman mengatakan, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM hanya akan membenani masyarakat. Karena itu kebijakan tersebut dianggapnya tidak tepat.

“Kebijakan menaikkan harga BBM saat ini kurang tepat, apalagi kenaikannya cukup tinggi untuk tiga jenis BBM, yakni pertalite, solar dan pertamax,” kata Zainul.

Zainul berpendapat, kenaikan harga BBM tidak hanya membebani kelompok masyarakat menengah ke bawah, tetapi juga ASN, TNI dan Polri serta akan menerima resiko buruk dari kenaikan harga BBM tersebut.

BACA JUGA  KPK Didesak Tahan Dua Tersangka Kasus Suap Mantan Gubernur Malut

“Apalagi, Kenaikan harga BBM saat ini tanpa diikuti dengan adanya perubahan pendapatan untuk pekerja termasuk PNS, sehingga bakal berdampak ke mereka, termasuk UMP untuk semua pekerja lokal,” bebernya.

Selain itu, lanjut Zainul, kebijakan ini akan mengganggu siklus beranggaran di daerah. “APBD kan sudah diketuk di awal tahun, sebagian daerah juga sudah mengesahkan APBD Perubahan, sehingga untuk merubahnya kita harus bicara mekanisme beranggaran lewat APBD dan Perubahan APBD. Hari ini kan kita agak susah bicara itu.

“Coba tanya teman-teman PNS, pada saat penyampaian RAPBN kemarin kan Presiden tidak sedikitpun menyinggung soal ada kenaikan gaji PNS, TNI/Polri,” tegasnya.

Menurutnya, dampak yang paling cepat terasa akibat kenaikan BBM adalah terjadinya kenaikan tarif transportasi laut antar pulau di Maluku Utara.

BACA JUGA  Waspadai Cuaca Ekstrem di Maluku Utara Tiga Hari ke Depan

Menyinggu soal rencana perintah memberikan BLT BBM, Zainul menilai hal itu tidak rasional lantaran tidak menjangkau semua lapisan masyarakat menegah ke bawah, sedangkan dampak kenaikan BBM tersebut menghantam semua kelas menengah ke bawah.

“Jadi Fraksi Demokrat meminta presiden membatalkan kenaikan harga BBM ini karena tidak rasional,” tegas Zainul.

Diketahui, harga terbaru BBM yang mengalami kenaikan yaitu jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Harga Pertalite yang sebelumnya sebesar Rp Rp 7.600 per liter menjadi Rp 10.000, harga solar dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.800 dan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp.14.500 per liter. (Wan-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah