Proyek yang dimaksud tersebar di berbagai wilayah, antara lain, Penanganan sungai di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Pembangunan, irigasi di Subaim (Haltim), Irigasi desa Wairoro (Halteng), Penanganan abrasi pantai di Desa Toniku (Halbar), dan Pembangunan drainase di Kota Sofifi.
Pada 2026, BWS juga akan melanjutkan pekerjaan sedimentasi Gunung Gamalama dan pembangunan irigasi. Selain itu, usulan Gubernur terkait pembangunan bekwater di Jambula juga diupayakan masuk dalam anggaran 2026.
Sementara Kepala Balai Cipta Karya Maluku Utara, Sahdin Hj. Husen, menyebutkan bahwa pihaknya mengerjakan dua kegiatan reguler pada 2025, salah satunya pembangunan kantor BPKP Sofifi yang kini telah mencapai 100 persen dan memasuki masa pemeliharaan.
Cipta Karya juga melanjutkan penataan kawasan di Desa Lelilef (Halteng) yang ditargetkan rampung Desember 2025.
Selain itu, terdapat program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang didanai melalui Komisi V DPR-RI, meliputi, Fisu (pendukung kegiatan ekonomi): pembangunan jalan desa, Pamsimas: peningkatan akses air bersih, dan Sanimas: pembangunan fasilitas sanitasi dan MCK. Program IBM tersebut tersebar di beberapa kabupaten dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2025.
Sahdin juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang menyebabkan hampir semua kabupaten/kota di Maluku Utara mendapat penalti dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena TPA yang belum memenuhi standar lingkungan.
“Ini menjadi perhatian serius. Kami berupaya agar data pendukung bisa segera diselesaikan sehingga daerah dapat menuntaskan persoalan ini,” ujarnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!