Pada dermaga apung, kata Idham, pekerjaan masih berada pada tahap pengerjaan pile cap dan penulangan balok. Pihaknya menargetkan proses pengecoran dapat dimulai pada pertengahan Desember. “Jika pengecoran sudah dilakukan, progres pekerjaan tersebut bisa dikatakan mendekati 100 persen,” tambahnya.
Idham juga mengungkapkan bahwa material untuk dermaga apung sedang dalam proses pengiriman. “Informasi dari kontraktor, ada sekitar enam kontainer material yang sudah dikirim. Namun tidak dapat dikirim sekaligus karena antrean barang di Surabaya. Tahap berikutnya juga enam kontainer lagi. Untuk sisi darat, material terminal terus didatangkan, dan kami targetkan pekerjaan rampung akhir Desember,” tuturnya.
Untuk pekerjaan di sisi darat selain terminal, lanjut Idham, lanskap dikerjakan sebatas penimbunan sirtu serta pemadatan. Pada paket pekerjaan ini juga termasuk pembangunan dua gerbang masuk–keluar dengan pagar BRC. Namun fasilitas parkir belum dapat dilanjutkan dan akan masuk pada tahap berikutnya.
“Dalam paket pekerjaan senilai kurang lebih Rp 58,4 miliar ini, terdapat dua dermaga dan satu bangunan terminal. Terminal atau ruang tunggu ini dibagi menjadi dua fungsi, yakni ruang tunggu untuk dermaga pelayanan kapal cepat (speed) dan dermaga pelabuhan rakyat, dalam satu bangunan seluas sekitar 20 x 50 meter yang juga dilengkapi area food court,” pungkas Idham. (RMI/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!