Daruba, Maluku Utara – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Pulau Morotai resmi menetapkan Said Banyo sebagai Ketua DPC untuk periode 2025–2030. Keputusan tersebut diumumkan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang berlangsung di Resort D’Aloha Jababeka, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Jumat (28/11/2025).
Kepala Bapillu DPD PDI Perjuangan Maluku Utara, Irfan Hasanudin, menjelaskan bahwa nama ketua terpilih dibacakan setelah segel rekomendasi DPP dibuka di hadapan seluruh peserta Konfercab.
“Nama ketua terpilih sudah ada dari DPP Partai, tetapi masih tersegel hingga dibuka dan disaksikan oleh tiga calon ketua DPC yang hadir. Yang muncul adalah Said Banyo sebagai Ketua, didampingi Muhammad Risky dan Hean Rakomole,” ujar Irfan.
Ia menambahkan, keputusan tersebut telah disahkan langsung oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri bersama Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. “SK ditandatangani oleh Ibu Mega dan Sekjen Hasto untuk masa bakti lima tahun ke depan,” jelasnya.
Konfercab PDI-P Pulau Morotai dibuka oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Maluku Utara, Asrul Rasyid Ichsan, dan dihadiri jajaran pengurus DPD, DPC, serta struktur partai hingga tingkat anak cabang. Forum lima tahunan ini menjadi momentum konsolidasi penting dalam menata kembali arah perjuangan politik PDI-P di Pulau Morotai.
Irfan menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang strategis untuk memperkuat ideologi dan mempertebal komitmen partai terhadap rakyat.
“Konferensi ini momentum penting. Kita berkumpul bukan hanya menjalankan agenda organisasi, tetapi mempertebal ideologi, memperkuat konsolidasi, dan menguatkan arah perjuangan partai,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya melahirkan kepemimpinan solid, strategi terukur, serta menjaga identitas PDI-P sebagai partai ideologis. “Kita harus teguh dalam ideologi, disiplin dalam organisasi, dan konsisten membela kepentingan rakyat,” tegasnya.
Selain itu, Irfan menyoroti pentingnya soliditas internal sebagai fondasi kekuatan perjuangan. “Soliditas antara struktur, legislatif, dan eksekutif partai adalah harga mati. Tidak boleh ada sekat. Kita satu barisan perjuangan untuk rakyat,” katanya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!