Galela, Maluku Utara – Danau Galela di Kabupaten Halmahera Utara, merupakan salah satu danau terbesar di Maluku Utara dengan luas mencapai 407 hektar, memiliki panorama indah dipandang mata.
Pada tahun 2018 lalu, danau ini tengah berada dalam ancaman serius akibat penyebaran eceng gondok yang hampir menutupi permukaan danau. Fenomena ini bukan hanya mengganggu ekosistem perairan, tetapi juga berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar yang menggantung hidup mereka pada danau Galela.
Selain sebagai tempat memancing dan pemandian warga, danau ini juga dijadikan sebagai tempat budidaya ikan yang berhasil menopang ekonomi masyarakat sekitar, bahkan mendukung anak-anak mereka untuk bersekolah.
Sejak ditangani pada tahun 2019 oleh Satker Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA), menggunakan Anggaran langsung dari APBN melalui Kementerian PUPR yang melakat pada Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, danau ini kemudian bernapas kembali melalui penanganan tersebut.
Kurang lebih sekitar 6 tahun penanganan dilakukan, kini danau Galela hampir mencapai babak baru setelah keluar dari ancaman nyata berupa kepungan penyebaran eceng gondok.
Melihat hal ini, warga pun kembali lega karena bisa beraktivitas dengan tenang tanpa gangguan tanaman yang mengapung di atas danau Galela ini.
“Dulu itu sengsara karena eceng gondok masih banyak. Mangael (memancing) juga tidak bisa karena terganggu, tapi sekarang alhamdulillah sudah bersih.” ucap warga saat ditemui di lokasi danau. Jumat (14/11/2025).
Berdasarkan pantauan media ini, sisa-sisa eceng gondok hanya berada pada sisi-sisi danau. Walaupun begitu, ancaman terhadap danau ini masih terus berlanjut ketika warga tidak saling mengingatkan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!