Keberhasilan lainnya meliputi akreditasi 100% Puskesmas dengan 9 Puskesmas berstatus Paripurna, jumlah terbanyak di Provinsi Maluku Utara. Selain itu, angka Desa Open Defecation Free (ODF) mencapai 74 desa atau 87,5%, sementara penanganan stunting berhasil ditekan hingga 17,7%, di bawah rata-rata nasional.
Capaian bidang kesehatan ibu dan anak juga menunjukkan hasil menggembirakan. Angka kematian ibu pada tahun 2025 tercatat nihil kasus, turun dari dua kasus di tahun 2024. Begitu pula angka kematian bayi dan balita yang menurun dari 21 kasus (2024) menjadi 17 kasus (2025).
Dalam aspek infrastruktur kesehatan, 12 dari 13 Puskesmas (92%) telah memiliki bangunan sesuai prototipe Kementerian Kesehatan, dan progres pembangunan 14 unit Puskesmas Pembantu telah mencapai 70%.
Salah satu gebrakan besar Pemkab Morotai tahun ini adalah pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 15,34 miliar.
Bangunan dua lantai yang berdiri di atas lahan seluas 5.000 m² ini akan menjadi pusat layanan teknis untuk surveilans penyakit, deteksi dini, pemeriksaan vektor dan lingkungan, serta analisis data kesehatan.
“Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus mendekatkan akses layanan kepada warga,” jelasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!