Rusli juga menyinggung fenomena di Morotai di mana sebagian pihak lebih mengutamakan kepentingan pribadi dalam berorganisasi. Ia mencontohkan perilaku yang tidak etis terhadap aparatur pemerintah daerah.
Menurutnya, saat ini ada sekelompok organisasi yang acapkali hanya mencari kesalahan orang lain untuk dimanfaatkan, bukan untuk memberikan pemikiran yang konstruktif bagi kemajuan bersama. Lebih dari itu mereka cenderung menjadikan organisasi sebagai sarana untuk kepentingan pribadi yang bersifat sesaat bukan untuk berkontribusi pada pembangunan daerah dan kemaslahatan masyarakat.
“Jadi Ormas saat ini yang kadang-kadang, seperti yang tadi saya sebutkan hanya berpikir untuk kepentingan pribadinya. Jadi kalau datang diberi bantuan senang, kalau belum diberi bantuan itu marah. Karena ada kepala dinas yang melaporkan ke saya. Bahkan ada yang datang bilang pak Kadis kita baru selesai minum di sana kalau tidak bayar copot jabatannya,” kata Bupati.
Meski demikian, Bupati Rusli tidak menyebutkan secara lanjut Ormas dan oknum yang dimaksudkan itu.
Disisi lain Bupati Rusli mengingatkan bahwa sebagai daerah wisata, masyarakat Morotai harus tetap terbuka dan ramah terhadap siapapun, termasuk sesama warga maupun pendatang. “Morotai ini daerah pariwisata, maka kita harus membuka diri dan tetap menjaga keramahan terhadap siapapun,” tuturnya.
Rusli menyampaikan rasa bangga dapat kembali menghadiri wisuda Unipas, universitas yang ia dirikan bersama para pendiri lainnya. “Saya bangga bisa berdiri kembali di sini, menyaksikan kemajuan Universitas Pasifik yang kini semakin hebat dan menjadi kebanggaan kita semua,” pungkasnya. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!