Ditanya, apakah pembayaran itu langsung masuk di rekening pribadinya? Intan membenarkannya. “Iya, karena tidak ada surat yang bisa dipakai untuk buat rekening. Maksudnya karena tidak ada sama sekali surat-surat terkait dengan Rusun itu, bahkan sertifikat Rusun juga kami tidak tahu ada dimana sampai sekarang, sehingga dibuatlah kesepakatan bahwa setoran biaya iuran itu masuk di rekening saya, karena saat itu saya ditunjuk seperti bendahara begitu, makanya transfernya melalui rekening saya,” terangnya.
Intan juga menjelaskan bahwa kesepakatan menggunakan rekeningnya, agar pihaknya bisa membayar gaji petugas cleaning service, security (satpam), dan tukang sampah di Rusun, karena gaji mereka tidak masuk dalam format RSUD. “Jadi petugas di Rusun juga tersendiri, sehingga gaji petugas yang kami bayar itu bervariasi, ada yang Rp 1,2 juta lebih, ada juga Rp 1,5 juta untuk security,” sebutnya.
Selain itu, untuk mengantisipasi kerusakan yang menyedot biaya. “Ditagih biaya itu karena jangan sampai ada yang rusak kami pakai biaya operasional di situ,” ucapnya.
Intan menambahkan, setiap bulan penagihan biaya sewa Rusun sekitar Rp 10 juta, karena ada yang tidak lancar membayar, bahkan ada yang tidak bayar, dan tidak semua karam terisi.
“Memang pembayaran awal itu agak bagus, tapi begitu memasuki 2022 sudah mulai berkurang. Jadi ada yang bayar lancar, ada juga tidak, sehingga petugas cleaning service dan satpam itu kami tidak mampu bayar lagi, karena banyak tunggakan dari penghuni kamar yang tidak bayar, malahan ada yang tahun-tahun tidak bayar,” paparnya.
Ia juga mengatakan bahwa Rusun tidak pernah mendapat dana hibah dari Pemda, sehingga biaya pemeliharaan Rusun juga tidak melekat di RSUD.
“Memang dulu pernah saya usulkan, cuma saya tahu Kasda tidak mampu makanya kami tidak tambahkan ke DPA rumah sakit. Lagian kami pikir ini sudah ada pembicaraan dengan penghuni Rusun, makanya kami pakai biaya mandiri. Karena pengelolaannya juga mandiri, makanya tidak ada penyetoran ke kas daerah (kasda), karena kalau penyetoran ke Kasda kan tentu masuk ke salah satu instansi. Tapi inikan tidak ada sama sekali, sehingga kami sepakati bersama untuk dilakukan penagihan biaya kamar,” pungkasnya. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!