Komoditas dengan peningkatan nilai ekspor terbesar sepanjang Januari–Agustus 2025 adalah Besi dan Baja (HS 72) dengan kenaikan nilai sebesar US$1.718,58 juta. Sementara itu, Logam Dasar Lainnya (HS 81) mencatat kenaikan tertinggi secara persentase, yakni 6.825,71 persen.
Komoditas ekspor terbesar selama Januari–Agustus 2025 adalah Besi dan Baja (HS 72) senilai US$5.924,41 juta, disusul Nikel (HS 75) sebesar US$2.763,16 juta, dan Bahan Kimia Anorganik (HS 28) sebesar US$367,03 juta. Ketiganya berkontribusi 98,90 persen terhadap total ekspor Maluku Utara.
Negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai US$8.719,30 juta. Berdasarkan provinsi asal barang, total nilai ekspor Maluku Utara yang dimuat melalui pelabuhan di provinsi lain pada Januari–Agustus 2025 mencapai US$224,09 juta (2,40 persen). Ekspor terbesar melalui provinsi lain dilakukan lewat Pelabuhan DKI Jakarta dengan nilai US$215,22 juta (2,30 persen). (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!