Sementara itu, terkait pembiayaan Ultra Mikro (UMi), ia menyebutkan realisasi penyaluran mencapai Rp 2,19 miliar kepada 511 debitur yang tersebar di Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, dan Kota Ternate.
Ia mengungkapkan, tantangan utama penyaluran UMi di Maluku Utara antara lain minat calon debitur yang lebih memilih KUR karena plafon lebih tinggi, suku bunga UMi yang relatif lebih besar, serta terbatasnya lembaga penyalur UMi di daerah.
“Ke depan, perlu peningkatan sinergi antara lembaga penyalur dan pemerintah daerah melalui sosialisasi UMi yang lebih intensif, mendorong koperasi menjadi penyalur, serta memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memperluas jangkauan pembiayaan,” pungkasnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!