Ketika ditanya apakah skema kredit berupa barang bisa menghambat perkembangan koperasi, Junaidi menilai hal itu tergantung pada kesiapan masing-masing koperasi.
“Kalau koperasi sudah kuat secara kelembagaan dan sumber daya, skema ini tidak akan jadi masalah,” jelasnya.
Namun begitu, ia menekankan bahwa tidak semua kebutuhan koperasi bisa dipenuhi dalam bentuk barang. Maka dari itu, perlu ada dukungan anggaran, minimal untuk biaya operasional.
“Artinya harus ada alokasi dana, misalnya sekian persen untuk operasional koperasi,” ungkapnya.
Sebagai contoh, Junaidi menyebutkan kebutuhan seperti penyediaan gudang juga memerlukan biaya, yang harus menjadi perhatian pemerintah.
“Kalau semua disalurkan dalam bentuk barang, lalu apa peran pemerintah dalam memastikan keberlangsungan usaha koperasi?” pungkasnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!