Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Sula, Syahlan Norau, yang turut mendampingi tim survei menyatakan bahwa investasi dari Nusantara Jaya sangat dinantikan.
Ia berharap kehadiran investor dapat membantu mengatasi keterbatasan kapasitas cold storage yang selama ini menjadi kendala bagi nelayan lokal dalam menampung hasil tangkapan.
“Kami berharap investasi ini dapat mendorong pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Sula serta meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” ungkap Syahlan.
Di sisi lain, salah satu potensi perikanan Kepulauan Sula yang diperdagangkan ke luar daerah yaitu Ikan Tuna jenis Loin. Ekspor ikan tuna dari Kabupaten Kepulauan Sula menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Salah satu perusahaan pengolahan ikan terbesar di daerah tersebut, PT Harta Samudra (HS), mencatat volume ekspor mencapai rata-rata 33 ton per tahun dengan tujuan utama ke Ambon.
Pengelola PT Harta Samudra, Zainudin Que, mengungkapkan bahwa pengiriman dilakukan secara rutin setiap minggu menggunakan kapal KM Permata Obi, dengan volume sekitar 700 kilogram tuna loin per pengiriman.
“Setiap minggu kami kirim 700 kilo tuna loin ke Ambon. Jika dikalkulasikan, dalam setahun bisa mencapai sekitar 33 ton,” ujar Zainudin saat di wawancarai Haliyora.id, Selasa (14/10/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!