Tuna yang diekspor merupakan jenis loin yang diproses langsung dari hasil tangkapan nelayan lokal di Kepulauan Sula. PT Harta Samudra membeli tuna tersebut dari nelayan dengan harga sekitar Rp 60.000 per kilogram.
Zainudin menyatakan bahwa jumlah tersebut baru berasal dari satu perusahaan saja. Jika dihitung dengan kehadiran perusahaan lain seperti PT Mitra Tuna Mandiri (MTM), Maluku For Tuna (MFT), dan Kumira, maka volume ekspor tuna dari Kabupaten Sula bisa mencapai ratusan ton per tahun.
“Kalau satu perusahaan saja seperti PT Harta Samudra bisa ekspor 33 ton per tahun, bayangkan jika ada tiga atau empat perusahaan. Total ekspor bisa sangat besar,” tambahnya.
Zainudin menekankan besarnya potensi laut di Kepulauan Sula, yang belum tergarap maksimal. Ia menilai peluang pengembangan sektor perikanan, terutama untuk komoditas ekspor seperti tuna, sangat menjanjikan ke depan.
“Dengan potensi sebesar ini, sektor perikanan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan ekonomi daerah,” tegasnya. (RMT/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!